Gunungkidul

Tingkatkan Skill Evakuasi, Basarnas Adakan Workshop

Maraknya kunjungan ke wisata goa di Kabupaten Gunungkidul, membuat Basarnas harus siaga dalam menghadapi segala jenis kecelakaan.

Tingkatkan Skill Evakuasi, Basarnas Adakan Workshop
istimewa
Anggota basarnas saat praktek mengevakuasi pengunjung goadi Goa Cokro, Rabu (18/7/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Maraknya kunjungan ke wisata goa di Kabupaten Gunungkidul, membuat  Badan Sar Nasional (BASARNAS) harus siaga dalam menghadapi segala jenis kecelakaan.

Termasuk kecelakaan seperti yang pernah terjadi di goa Thailand beberapa waktu lalu.

Untuk mengantisipasinya, Basarnas melakukan workshop evakuasi penyelamatan di dalam goa.

Baca: Pemkab Gunungkidul Belum Dapatkan Kepastian tentang Zonasi Guru

"Di Gunungkidul juga sering terjadi kecelakaan Goa untuk itu perlu adanya peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga instruktur BASARNAS serta untuk menyusun kurikulum dan Silabus Pertolongan di dalam Goa atau Cave Rescue Balai Diklat Basarnas," terang Kasi Penyelanggaraan Diklat Balai Diklat Basarnas, Sukarta padaa Tribunjogja.com, Rabu (18/7/2018).

Workshop bertempat di Lokasi workshop dilaksanakan di Goa Cokro, Goa Dadap dan Goa Gremeng menurut Sukarta Gunungkidul dipilih karena sering terjadi kecelakaan yang berlokasi di goa.

"Workshop ini dilakukan selama empat hari yaitu mulai dari tanggal 17 juli hingga 20 juli 2018," katanya.

Ia mengatakan ada teknik khusus yang dapat dilakukan untuk mengevakuasi warga yaitu dengan teknik rappeling yang digunakan untuk menuruni goa lalu teknik lifting untuk naik dari goa.

"Alat yang digunakan dalam teknik rappeling dan lifting adalah tactical Ascend," tuturnya.

Baca: PKPI Pilih Absen di Gunungkidul pada Pemilu 2019

Sementara itu satu diantara peserta workshop pengelola goa cokro Bapak Pur mengatakan sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini karena dapat menambah skill dari pengelola go cokro.

"Namun kami terkendala peralatan yang kami punya masih minim selama ini kami menggunakan peralatan vertikal rescue jika ada wisatawan yg akan masuk kedalam goa," tutupnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved