Kota Jogja

Drainase di Malioboro Sudah Dilengkapi Penyaring

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan sistem drainase di sepanjang Malioboro sejauh ini sudah baik.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
GKR Hemas berjalan menyusuri kawasn pedestrian Malioboro saat meninjau proyek revitalisasi kawasan Malioboro di kota Yogyakarta, Rabu (18/7/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan sistem drainase di sepanjang Malioboro sejauh ini sudah baik.

Bahkan, filter untuk menyaring sampah sudah disediakan, sehingga tidak akan mengganggu kinerja drainase.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Muhammad Mansur, mengatakan bahwa drainase sudah ada sejak dulu.

Baca: Tinjau Proyek Revitalisasi Malioboro, GKR Hemas Soroti Drainase dan Kebersihan

Hanya, pihaknya menambahkan filter sebelum masuk ke saluran.

"Kalau dulu kan langsung, ampas-ampas itu langsung masuk ke sana. Tapi, sekarang tidak langsung ke over flow, ada manhole untuk menyaring endapan-endapan, atau sisa makanan dari PKL (pedagang kaki lima)," katanya, Rabu (18/7/2018).

"Kemudian, kalau sudah penuh, nanti diambil lagi, supaya tidak menghambat saluran," tambah Mansur.

 Ia juga memastikan, kualitas serapan drainase di Malioboro sudah cukup mumpuni.

Namun, tidak bisa dipungkiri, saat hujan lebat, bakal muncul genangan di sejumlah titik, akibat ketidakmampuan drainase menahan debit air yang terlampau banyak.

Baca: Pembangunan Jalur Pedestrian Sisi Barat Malioboro Sudah Mencapai 60 Persen

"Mungkin, itu karena penuh juga, karena hujannya kan kadang lebat. Kalau tidak lebat, saya kira tidak sampai muncul genangan. Tapi, kalau hujannya lebat, ya pasti muncul genangan, meski genangnya juga tidak terlalu lama," ucapnya.

Sementara itu, Manajer PT F Syukri Balak, selaku kontraktor penataan sisi barat Malioboro, Eri Purnomo, menuturkan kalau proyek revitalisasi sudah terselesaikan sekitar 55 persen dan memasuki tahapan finishing lantai traso lanjutan.

"Jadi, sebelum lebaran sudah ada lantai trasonya. Nah, ini kita lanjutkan dulu yang eks jalur lambat. Itu sudah kita mulai di tiga titik, yakni di depan Hotel Inna Garuda, Dagen, lalu Beskalan," tuturnya.

Baca: GKR Hemas Pantau Perkembangan Proyek Revitalisasi Sisi Barat Malioboro

Eri menjelaskan, sampai dengan hari Minggu (15/7/2018) lalu, progres yang dicapai sudah seluas 8.500 meter persegi, dari target total 16.000 meter persegi. Pihaknya pun berharap, pengerjaan bisa selasai tepat waktu, pada 12 Desember mendatang.

"Setelah traso, nanti akan kita slap halus dulu, lalu kita pasang bolart-bolart seperti di titik nol dan kursi, serta jalur difabel dan sebagainya. Pengerjaannya sama, rutin seperti yang dulu," pungkasnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved