Lifestyle
Obesitas Juga Bisa Disebabkan Pengaruh Lingkungan
Aldis menambahkan, banyaknya inovasi makanan seharusnya juga bisa semakin mendukung pola makan sehat.
TRIBUNJOGJA.COM - Satu dari 10 faktor utama yang berkontribusi pada beban penyakit di 2016 adalah obesitas alias sangat gemuk.
Padahal, masyarakat modern saat ini hidup dalam lingkungan yang termasuk Obesogenic Environment (lingkungan penyebab obesitas).
"Ada istilah Obesogenic Environment, sebuah lingkungan dimana tanpa kita melakukan apapun lingkungn tersebut sudah membuat kita tidak sehat atau menumpuk lemak lebih banyak," kata Head of Health Committee Nutrifood, Mochamad Aldis Ruslialdi, SKM, CNWC.
Hal itu disampaikan Aldis pada acara media gathering Nutrifood di Bavarian House, Bogor, Rabu (11/7/2018).
Generasi millenial termasuk generasi yang terpapar Obesogenic Enviroment.
Apalagi, millenial adalah generasi pertama yang sejak kecil sudah rentan terpapar obesitas.
Aldis menambahkan, ada beberapa kondisi yang berkontribusi pada obesitas ini.
1. Kurangnya aktivitas fisik
Minimnya aktivitas fisik masyarakat kekinian menyumbang risiko obesitas.
Sekilas kita mungkin melihat peningkatan tren olahraga di kota-kota besar.
Namun, tak semua yang pergi ke gym atau berolahraga memang melakukannya dengan serius.
Banyak juga yang mendaftar ke klub kebugaran karena tuntutan gaya hidup.
"Ada yang merasa ngetren karena olahraga. Ada pula yang melakukan olahraga agar bisa menikmati makanan sebebas-bebasnya sebagai reward setelah berolahraga," ujarnya.
Baca: Cegah Obesitas Pada Anak, Perilaku Kesehatan Dalam Keluarga Jadi Kuncinya
Aldis menyinggung salah satu penelitian dari Korea yang menemukan bahwa orang cenderung menyepelekan apa yang dia makan, namun menaksir terlalu tinggi (overestimate) apa yang dilakukan.
Misalnya, ketika sekelompok ibu-ibu melakukan jogging selama setengah jam.