Psychology

Rasa Kesepian Bisa Berasal dari Gen

Ini adalah kali pertama para ahli mampu mengidentifikasikan wilayah-wilayah gen yang terhubung denganr rasa kesepian

Editor: Ari Nugroho
IST
Ilustrasi kesepian 

TRIBUNJOGJA.COM – Kondisi lingkungan ternyata tidak sepenuhnya mempengaruhi rasa kesepian yang pernah orang rasakan.

Pada beberapa kasus, ada beberapa orang yang tetap merasa kesepian meskipun berada di tengah keramaian.

Lantas, apa yang mempengaruhinya?

Penelitian terbaru mengungkapkan adanya faktor genetis dalam rasa kesepian yang Anda rasakan.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan respons survei yang dilakukan pada 487.647 peserta dari Biobank Inggris.

Para peneliti dari Cambridge University mengidentifikasikan 15 wilayah gen terhubung pada rasa kesepian.

“Kita kadang berpikir bahwa kesepian murni dibentuk oleh lingkungan sekitar dan pengalaman hidup kita. Namun, studi ini mendemonstrasikan bahwa gen juga memiliki peran di dalamnya,” ungkap salah satu peneliti, John Perry.

Baca: Kesepian Menjadi Masalah Serius untuk Generasi Milenial

Peneliti juga menemukan kecocokan genetik dengan sifat-sifat yang telah diidentifikasikan pada studi sebelumnya: depresi, obesitas, dan kesehatan kardiovaskular yang buruk.

Kemungkinan, bergabungnya sifat-sifat tersebut meningkatkan risiko kesepian pada orang tertentu.

“Selalu ada kombinasi yang kompleks dari gen dan lingkungan, namun ini menunjukkan bahwa pada tingkat populasi, jika kita bisa menghindari obesitas, kita akan dapat menurunkan tingkat kesepian kita dengan baik,” tambahnya.

Menurut mereka, sekitar satu dari empat orang yang berusia lebih dari 65 tahun di Inggris menderita karena kesepian yang mana hal ini terhubung dengan kematian dini.

Kali pertama

Walaupun kesepian telah dihubungkan dengan genetika sebelumnya, tetapi ini adalah kali pertama para ahli mampu mengidentifikasikan wilayah-wilayah gen yang terhubung denganr rasa kesepian.

Memang, hasil penelitian didapatkan melalui laporan partisipan sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat, dan mungkin ada faktor-faktor lain yang masih tersembunyi, tetapi data ini cukup menjanjikan untuk ditindaklanjuti.

Lalu, meskipun pengkodean genetik yang diidentifikasi dalam penelitian ini tidak sepenuhnya menjamin atau sepenuhnya mewakili perasaan sepi, tetapi para peneliti berpendapat bahwa setidaknya 4-5 persen dari kecenderungan kita untuk merasa kesepian dapat diwariskan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved