Sleman Temple Run

Sleman Temple Run Akan Lewati 6 Situs Sejarah, Dimulai dari Candi Banyunibo

Sleman Temple Run Akan Lewati 6 Situs Sejarah, Dimulai dari Candi Banyunibo

Sleman Temple Run Akan Lewati 6 Situs Sejarah, Dimulai dari Candi Banyunibo
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Sudarningsih (kedua dari kanan) saat jumpa media gelaran Sleman Temple Run di Ballroom Alana Hotel Yogyakarta, Rabu (4/7/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Gelaran Sleman Temple Run akan kembali hadir untuk keempat kalinya setelah pertama kali digelar pada 2015 lalu.

Tahun ini, Sleman Temple Run akan digelar pada 29 Juli 2018 dengan menawarkan rute eksotis yang akan memanjakan para pelari selama mengikuti event ini.

Disampaikan dalam jumpa media di Ballroom Alana Hotel Yogyakarta, Sleman Temple Run kali ini akan melewati 5 candi dan satu situs Arca Gupala.

Candi yang akan dilewati di antaranya yakni Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Sojiwan, Candi Miri dan Candi Ijo.

"Dalam gelaran ini, selain berlari para peserta juga akan disuguhi berbagai objek wisata yang sangat menarik selama menjelajahi rute," terang Sudarningsih, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Rabu (4/7/2018).

Sudarningsih melanjutkan, event kali ini akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Yang mana event tahun sebelumnya menggunakan latar tebing breksi, kini Sleman Temple Run akan dimulai dan di akhiri di titik Candi Banyunibo.

Baca: Indonesia Open 2018 - Tommy Sugiarto Lolos ke Babak Kedua Usai Tundukan Wakil Thailand

"Tahun ini memang kita menyuguhkan sesuatu yang berbeda karena diharapkan Candi Banyunibo juga memberikan lokasi yang lebih bagus," tambahnya.

Gelaran Sleman Temple Run sendiri merupakan kerjasama antara Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dengan Trail Runners Yogyakarta.

Perlombaan akan dibagi dalam dua kategori yakni 25K dan 13K.

Selain menyuguhkan latar candi yang eksotis, para peserta juga akan ditantang dengan medan tanjakan yang akan tersaji sepanjang 1.080 meter untuk kelas 25K dan 540 meter untuk kelas 13K.

"Permukaan tanah dan bebatuan yang tidak rata sepanjang rute, menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari untuk bisa mencapai garis finish pada waktu yang telah ditentukan," katanya.

Setelah dibuka pendaftaran sejak tiga bulan lalu, kini pendaftar Sleman Temple Run sudah mencapai 515 peserta dari 600 peserta yang ditargetkan. Baik lokal maupun mancanegara.

"Pelari asal luar negeri juga sudah ada yang akan dipastikan ikut serta di antaranya dari Jerman, Selandia Baru, Australia, Prancis dan Kenya," katanya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved