Bantul

Kisah Pembuatan Jembatan Bambu di Pantai Samas yang Jadi Spot Foto Wisatawan

Pesona Pengklik di Pantai Samas misalnya, yang akhir-akhir ini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Ini karena keberadaan jembatan bambu yang ada disana

Tayang:
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
IST
Jembatan Bambu yang berada di kawasan wisata Pesona Pengklik Pantai Samas, Sirgading, Sanden, Bantul. Foto diambil Sabtu (30/6/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kawasan wisata Pantai Samas yang berada di wilayah Srigading, Sanden, Bantul perlahan mulai bersaing dengan wisata pesisir pantai Bantul lainnya seperti Pantai Parangtritis dan Depok.

Pesona Pengklik di Pantai Samas misalnya, yang akhir-akhir ini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Ini karena keberadaan jembatan bambu yang ada disana.

Jembatan bambu ini berada tepat di bagian belakang tulisan Pesona Pengklik.

Dari lokasi parkir, sudah tampak jembatan kayu ini yang memanjang dari bibir pantai sampai wedi kengser atau gundukan pasir yang muncul di dekat pantai.

Lebarnya hanya satu meter, tapi panjangnya sampai 210 meter.

Sekilas, jembatan bambu ini terkesan sederhana karena strukturnya semua dibuat dari bahan bambu.

Warna bambu juga dibuat natural, tanpa pewarna cat.

Untuk merekatkan antar bambu, dipakai tali dari ijuk dan juga paku.

Tapi ketika menelisik ke biaya pembuatannya, tak bisa dibilang murah.

Baca: Kesan Kejam dan Menyeramkan Luntur Setelah untuk Pertama Kalinya Kim Jong Un Mau Diajak Selfie

“Habis sekitar Rp 60 juta. Itu sudah semua. Mulai dari membeli bambu, tali sampai ongkos tenaga pekerja. Padahal perkiraan awal saya hanya kisaran Rp 20 juta,” kata Mugiyono, pengelola jembatan bambu di Pesona Pengklik Pantai Samas ketika dihubungi pada Sabtu (30/6/2018) sore.

Membengkaknya perkiraan biaya pembuatan jembatan ini menurut Mugiyono karena jumlah batang bambu yang dipakai ternyata sangat banyak.

Tercatat, sudah hampir 2000 an batang bambu dipakai untuk membuat jembatan.

Karena semua bambu harus dibeli, biaya membeli bambu mencapai Rp 40 juta.

Banyaknya jumlah bambu yang dipakai ini karena struktur jembatan kesemuanya memakai bahan bambu mulai dari tiang penyangga, kerangka sampai alas jembatan.

Wajar, jembatan ini ‘padat’ dengan material bambu yang membuatnya kokoh.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved