28 Juli Akan Terjadi Blood Moon Terlama! Inilah Ramalan Kiamat yang Dihubungkan dengan Fenomena Ini

Bagi sebagian orang, fenomena blood moon tak sekadar sebagai fenomena alam biasa, tapi ada yang menghubungkannya dengan ramalan kiamat

Editor: Mona Kriesdinar
First Post
Ilustrasi Blood Moon 

TRIBUNJOGJA.com - Bulan Juli ini akan sangat menarik bagi yang gemar dengan astronomi dan pengamat bintang.

Sebab menjelang akhir bulan, akan ada 'bulan darah' atau yang biasa dikenal dengan nama blood moon.

Blood moon ini juga merupakan gerhana bulan terlama di abad ke-21!

Fenomena blood moon terjadi ketika sinar matahari tersebar di seluruh atmosfer Bumi.

(Baca: Tempat-tempat Ini Dapat Menyaksikan Fenomena Blood Moon)

Jadi, kita akan melihat langit malam jadi peristiwa yang spektakuler, akan berlangsung selama hampir dua jam.

Fenomena ini 40 menit lebih lama dari 'Super Blue Blood Moon' yang terjadi pada bulan Januari tahun ini.

Kapan terjadi?

Seluruh gerhana dan terjadinya blood moon akan terjadi pada malam hari tanggal 27-28 Juli dan berlangsung selama 1 jam, 43 menit.

Gerhana akan mencapai puncaknya pada 08:22 UTC, yaitu 01:52 (Waktu Standar IST-India).

(Baca: Bulan Depan, Fenomena Blood Moon Terlama Abad Ini Akan Terjadi)

Ini adalah pukul 16:22 di EDT.

Orang yang tinggal di Australia, Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan akan mengalami kesenangan visual.

Berbicara tentang area di mana gerhana dapat dilihat, Bruce McClure menginformasikan, "Gerhana bulan ini terutama terlihat dari belahan Bumi Timur - Eropa, Afrika, Asia, Australia dan Selandia Baru."

"Amerika Selatan, setidaknya sebagian, dapat menyaksikan tahap akhir dari gerhana hanya setelah matahari terbenam pada tanggal 27 Juli, sedangkan Selandia Baru akan menangkap tahap awal gerhana sebelum matahari terbit pada tanggal 28 Juli."

Apa itu blood moon?

Blood moon adalah saat bulan dalam gerhana penuh.

Di lain waktu, bulan berwarna putih tetapi selama gerhana, berubah menjadi sedikit merah.

Ini karena saat bulan mengorbit di Bumi, Bumi berputar mengelilingi Matahari.

Dalam perjalanan rotasi ini, matahari menerangi permukaan bulan ketika mencapai bulan purnama.

Astronom Bruce McClure mengatakan, "Gerhana parsial mendahului dan mengikuti gerhana bulan total terpanjang di abad ini, setiap kali berlangsung satu jam dan enam menit."

Dikaitkan dengan kiamat dan 70 tahun Israel

Fenomena astronomi ini memang terkesan mistis dengan visualnya, Bulan berwarna merah seperti darah. Bahkan nama yang diberikan juga mendukung kesan menakutkan, blood moon.

Bagi sebagian orang, fenomena ini tidak lebih dari "sekadar" fenomena antariksa pada umumnya. Namun sebagian orang lainnya menganggap bahwa blood moon adalah sebuah pertanda akan datangnya kiamat.

Paul Begley, seorang pemuka agama asal Indiana, Amerika Serikat, mengatakan bahwa peristiwa ini adalah sebuah tanda akhir zaman. "Fenomena blood moon terpanjang abad ini, terjadi tepat tahun ke-70 Israel menjadi sebuah bangsa", ucap Paul Begley seperti dikutip dari express.co.uk.

Teolog ini juga mengaitkan tahun ketika Yerusalem dinyatakan sebagai kota Tuhan yang kekal dengan letusan gunung berapi di Hawaii.

Paul Begley mencocokkan ramalan tersebut dengan petikan Kitab Suci Yoel 2:30-31, Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu.

Tidak hanya Paul Begley, John Hage yang juga seorang pemuka agama juga sempat mengutarakan hal yang sama. John mengatakan bahwa tanda-tanda mengenai "hari Tuhan yang dahsyat" adalah matahari menjadi gelap dan bulan menjadi merah darah.

Saat itu gerhana Bulan memang berdekatan dengan hari raya Paskah, 5 April 2015. Gerhana Bulan saat itu merupakan bagian dari rangkaian empat gerhana bulan total 15 April 2014, 8 Oktober 2014, 4 April 2015, dan 28 September 2015—disebut sebagai lunar tetrad.

Penulis buku "Four Blood Moons" ini berpendapat bahwa gerhana Bulan yang terjadi pada akhir pekan Paskah adalah sebuah tanda akan datangnya peristiwa besar. "Mungkin bukan kiamat, namun pastinya akan mengubah dunia", ucap John saat itu.

"Saya yakin, kita akan melihat peristiwa yang dramatis terjadi di Timur Tengah, yang melibatkan Israel. Peristiwa itu akan mengubah sejarah di Timur Tengah dan memiliki dampak pada dunia", tambahnya, seperti dikutip dari Daily Mail.

Tetrad yang terjadi pada tahun 1493 dikaitkan dengan pengusiran orang-orang Yahudi di Spanyol. Tetrad pada tahun 1949 dikaitkan dengan didirikannya negara Israel. Sementara Tetrad pada tahun 1967 dikaitkan dengan Perang Enam Hari antara Arab Saudi dan Israel.

Seperti dikutip dari Liputan6, Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin berharap agar masyarakat tidak mudah memercayai hal yang mengaitkan gerhana dengan berbagai hal mistis. "Itu semuanya mitos", ucap Thomas. (Bhisma Adinaya/National Geographic Indonesia)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved