Lifestyle

Cara Menghadapi Orang yang Sakit Hati

Seseorang bisa terlihat memiliki sifat dan sikap berkebalikan jika berada pada dua keadaan emosi yang berbeda.

Editor: Ari Nugroho
Ilustrasi 

“Mungkin dia ingin Anda tinggalkan, Anda peluk, Anda meminta maaf, atau yang lainnya,” kata Latus.

Selanjutnya, meminta maaf.

Permohonan maaf harus dilakukan tanpa menyebutkan kesalahan yang ia perbuat sebagai alasan mengapa kamu melakukan tindakan yang berakhir menyakiti hatinya.

“Maafkan saya karena telah melakukan ini padamu, itu karena kamu berbuat demikian dan demikian,” Latus mencontohkan permohonan yang salah.

Latus memberikan contoh bagaimana cara mengungkapan maaf yang baik sehingga emosi yang ada bisa mereda.

“Maafkan saya karena saya telah menyakitimu, kamu pasti marah padaku,” kata Latus.

Terakhir, yang perlu dilakukan adalah berubah.

Permintaan maaf tanpa disertai perubahan sikap tidak akan berarti apapun.

Kapan sakit hati mereda?

Pahamilah bahwa konflik biasanya datang dari kedua belah pihak, bukan hanya salah satunya.

“Jika kedua belah pihak menyadari kekeliruan masing-masing dan saling meminta maaf, maka proses penyembuhan emosi relatif lebih cepat, pun sebaliknya,” kata Latus.

Proses penyembuhan ini juga sangat bergantung pada kemampuan resiliensi (beradaptasi dan bertahan )masing-masing individu, sehingga tidak dapat dipastikan waktunya.

Bagaimana cara mengatasi sakit hati?

Sebelum mengelola emosi yang dimiliki, seseorang harus bisa mengenali emosi yang ia alami dengan spesifik, kemudian melabelinya sebagai bentuk emosi tertentu (cemburu, dendam, atau yang lainnya).

Seseorang bisa saja gagal maupun berhasil dalam mengelola emosi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved