Sleman
Ini Saran Wabup Sleman bagi Pemudik
Bagi warga Sleman yang ingin melakukan mudik, juga harus memastikan rumahnya dalam keadaan terkunci.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah
TRIBUNJOGJA.COM - Berkenaan dengan masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengimbau agar segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang.
Hal tersebut disampaikan pada Rabu (13/6/2018) di rumah Dinas Wakil Bupati Sleman.
Wakil Bupati menerangkan, untuk kendaraan haruslah dilakukan uji emisi terlebih dahulu saat ingin melakukan mudik.
Hal tersebut berkaitan dengan keselamatan para pemudik.
Selain itu, kesehatan bagi pemudik juga harus benar-benar fit.
Jika nanti pemudik mengantuk, diperkenankan beristirahat di rest area atau posko yang telah disediakan.
"Lengkapi dulu kendaraan sampai layak, uji emisi dulu sebelum keluar kota. Untuk kendaraan harus layak dipakai. Jaga kesehatan, pengendara tidak boleh ngantuk, kalau ngantuk istirahat di rest area, jangan berhenti di sembarang tempat, atau di kantor polisi, masjid atau tempat ibadah lain," terangnya.
Bagi warga Sleman yang ingin melakukan mudik, juga harus memastikan rumahnya dalam keadaan terkunci dan sebisa mungkin menitipkan rumah ke tetangga yang ada di sebelahnya.
Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi jika ada yang mencari ataupun ketika terjadi sesuatu.
"Pastikan pintu dan jendela dalam keadaan terkunci dan lampu yang ada di dalam mati. Sebaiknya yang dihidupkan lampu yang ada di luar saja, pastikan juga tetangga bisa dititipi kunci, karena tetangga lebih dari saudara. Sampaikan mau kemana anda, sehingga kalau ada apa-apa tetangga tahu. Alat komunikasi juga harus di hidupkan," katanya.
Sri Muslimatun juga menghimbau, bagi pemudik yang datang dari arah kota dan hendak ke wilayah Sleman, jangan curiga ketika warga Sleman menanyakan tentang asal-usul dan identitas orang baru.
Hal tersebut dilakukan guna menciptakan suasana yang tetap kondusif.
"Kami waspada, bagi pemudik dari luar kota, jangan curiga dengan warga Sleman ketika penduduk Sleman beramah tamah tanya asal tujuan, asal daerah, tujuannya kemana, itu bukan curiga, tetapi kita sedang menjaga agar tetap sama-sama kondusif," terangnya.
Tidak hanya itu, bagi warga Sleman yang melakukan mudik ke luar kota, juga diperkenankan untuk memperkenalkan diri untuk menghilangkan kecurigaan dan menambah silaturahmi.
"Untuk saudara yang mau keluar kota, juga perkenalkan diri anda, siapakah, untuk apa datang kesitu, untuk berapa lama itu harus dijelaskan. Kalau sedang berkunjung ya kenalkan," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sri-muslimatun_20180227_172054.jpg)