Sleman

Wabup Sleman dan Jajaran Lakukan Sidak di Beberapa Toko Modern

Dari sidak yang dilakukan, setidaknya ada 7 temuan kemasan rusak dan satu yang tidak memiliki tanggal kedaluarsa.

Wabup Sleman dan Jajaran Lakukan Sidak di Beberapa Toko Modern
IST
Wakil Bupati Sleman saat menunjukkan makanan kaleng yang berkemasan penyok di Sidak yang dilakukan di beberapa toko modern berjejaring pada Selasa (12/6/2018) 

Makanan yang tidak steril, dapat menimbulkan gangguan pencernaan, hati maupun ginjal.

"Di khawatirkan ada gangguan hati. Karena setiap racun dalam makanan disaring oleh hati. Kalau setiap hari dikonsumsi dan hati menyaring, hatinya bisa kena kanker. Bisa gagal ginjal juga, karena ginjal sebagai pembuangan akhir," ungkapnya

Untuk makanan yang tidak ada tanggal kedaluarsa dan produksi juga tidak boleh dijual.

Hal tersebut dikhawatirkan makanan yang ada sudah kedaluarsa.

Baca: Jelang Lebaran, Produk Ilegal dan Kedaluarsa Masih Dijual Bebas di Pasar Tradisional di Kulonprogo

"Jangan-jangan sudah kedaluarsa. Tidak boleh menjual makanan yang tidak ada tanggal kedaluarsanya kapan. Tidak ada juga nomor registernya dan kapan diproduksi. Harusnya kalau makanan harus ada," terangnya.

Untuk langkah selanjutnya, Wakil Bupati mengatakan akan melakukan pembinaan untuk mencegah konsumen mendapatkan makanan yang tidak steril

"Kami melakukan pembinaan. Mereka itu tidak akan rugi ketika barang yang kemasan tidak sesuai dikembalikan ke pabrik," ucapnya.

Triyanti Setyorini selaku Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM DIY juga mengimbau agar setiap pemilik toko dan pengelola untuk senantiasa mengecek barang-barang sebelum sampai ke konsumen.

"Sebagai pengelola toko atau swalayan harus selalu mengecek toko dan barang-barangnya. Entah kadaluarsa atau penyok. Konsumen juga harus cek kemasan, lebel, ijin edar dan kadaluarsa," himbaunya.

Dari sidak yang dilakukan, setidaknya ada 7 temuan kemasan rusak dan satu yang tidak memiliki tanggal kedaluarsa.

Baca: Bumbu Dapur Kedaluarsa Masih Dijual Pedagang Nakal di Kulonprogo Ini

"Temuan ada 7 kemasan rusak. Untuk produk yang mengandung ikan, daging olahan harus terdaftar di BPOM, dan harus ada tanggal kedaluarsa," jelasnya.

Dia menerangkan, kemasan berguna untuk melindungi isi.

Jika kemasan sudah penyok dimungkinkan adanya bakteri yang masuk.

"Kemasan untuk melindungi agar tidak tercemar bakteri. Kalau rusak sudah terkontaminasi tidak bisa menjamin mutunya. Apalagi susu, harusnya steril, kalau rusak berarti bakteri sudah masuk," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved