Kulonprogo

Bumbu Dapur Kedaluarsa Masih Dijual Pedagang Nakal di Kulonprogo Ini

Produk kedaluarsa masih saja dijajakan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo.

Bumbu Dapur Kedaluarsa Masih Dijual Pedagang Nakal di Kulonprogo Ini
TRIBUNJOGJA.COM/RENTO ARI NUGROHO
Ilustrasi pedagang bumbu dapur

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Produk kedaluarsa masih saja dijajakan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo.

Hal itu setidaknya yang ditemukan oleh petugas dalam operasi gabungan di Pasar Bangeran dan Pasar Kranggan, Lendah, Senin (4/6/2018).

Dari tangan para pedagang nakal, petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan itu menemukan puluhan biji produk kedaluarsa yang ternyata masih dipajang dan dijual serta produk tanpa izin resmi.

Di antaranya berupa bumbu dapur dalam kemasan, mi instan, hingga produk kosmetik dan obat-obatan serta makanan dan minuman.

Aneka produk itu lantas diamankan petugas agar tak dijual lagi oleh pedagang bersangkutan.

Baca: Produk Kedaluarsa dan Ikan Asin Berformalin Masih Ditemukan di Pasar Jombokan Kulonprogo

"Kami terus mengintensifkan pemeriksaan bahan makanan dan minuman serta produk lain di sejumlah pasar tradisional, mendekati Idul Fitri ini. Hasilnya, ternyata masih banyak pedagang nakal yang jual barang berkemasan rusak maupun kedaluarsa," kata Kasi Penyidikan dan Penindakan, Satpol PP Kulonprogo, Qumarul Hadi.

Operasi pengawasan ini dilakukan untuk menegakkan Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dan UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

Sekaligus, melindungi konsumen menjelang lebaran mendatang. 

Qumarul mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli barang berupa makanan kemasan, bumbu instan, kosmetik, dan lainnya dengan memperhatikan kemasan dan tanggal kedaluarsanya. 

Baca: Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Kulonprogo Minta Saluran Irigasi Kalibawang Dibuka Sebagian

"Kami akan terus melakukan pemantauan untuk meminimalisir beredarnya makanan dan minuman berbahaya di tengah masyarakat," kata dia.

Sementara itu, pedagang berdalih tak mampu memeriksa barang dagangannya satu per satu sehingga masih ada beberapa produk tak layak yang dijajakan.

Biasanya, pengecekan dilakukan oleh sales produk bersangkutan secara langsung dan langsung ditukar dengan stok baru.

Hanya saja, sales produk terkait justru belum juga datang hingga mendekati Lebaran ini. 

"Jadinya, yang kedaluarsa ya numpuk saja di antara barang yang masih bagus," jelas seorang pedagang, Lestari.(TRIBUNJOGJA.COM) 

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help