Ramadan 1439 H
Olah Raga saat Puasa Baik untuk Kebugaran
Agar bugar, maka olah raga yang dianjurkan adalah yang melibatkan otot besar seperti anggota gerak bawah dan atas.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pakar Kedokteran Fisiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Zaenal Muttaqien Sofri mengatakan perlunya menjaga kebugaran dengan berolahraga meski puasa.
Dalam sebuah talkshow, Kamis (31/5/2018) di ruang Perpustakaan FKKMK, ia mengatakan tak hanya sehat saja yang diperlukan tubuh, tapi juga bugar agar tetap bertenaga dalam menjalani puasa.
Zaenal mengatakan dalam menjalankan ibadah saja, umat Islam sudah mengolah tubuhnya.
Misalnya dengan membaca Alquran sekaligus vokalisasinya, maka yang dilatih adalah mengolah nafas.
Selain itu postur dan gerakan yang dilakukan saat salat juga baik untuk tubuh peredaran darah.
Baca: Indra Sjafri Berharap Atmosfer Angker Stadion Maguwoharjo Bisa Beri Tekanan Pada Skuat Timnas U-19
Di luar itu, ia menganjurkan agar umat Islam tetap melakukan olah raga dengan metode yang benar.
Agar bugar, maka olah raga yang dianjurkan adalah yang melibatkan otot besar seperti anggota gerak bawah dan atas.
Selain itu gerakan olah raga yang baik di bulan pauasa haruslah ritmis dan kontinu.
"Karena kita bukan atlet, maka seminggu maksimal 5 kali atau minimal 3 kali, dengan waktu 20 sampai 30 menit. Jng lebih dari 40 menit karena tubuh bisa keracunan oksigen. Olah raga yang dianjurkan seperti joging, bersepeda statis, senam dan berenang. Dan lebih baik dilakukan dua jam sebelum buka, atau dua jam sesudah buka," paparnya.
Lantaran dalam puasa tubuh sedang memobilisasi cadangan energi yang besar, maka diperlukan asupan air yang cukup di tubuh kita.
Selain itu membakar lemak juga diperlukan oksigen yang banyak, dan itu bisa ditemukan melalui mengonsumsi air.
Baca: Ingin Tetap Bugar Saat Berpuasa? Simak Tips Olahraga Berikut Ini
Ahli Gizi dari FKKMK UGM, Dian Caturini Sulistyoningrum menambahkan, untuk menghindari dehidrasi saat berpuasa, ia menganjurkan untuk mengkonsumsi air putih minimal 4 gelas sehari.
"Dua gelas saat berbuka dan sisanya satu gelas sebelum atau sesudah tarawih dan satu gelas saat sahur," katanya.
Selain itu, makanan berkuah juga dapat membantu menambah asupan air dalam tubuh.
Yang dikurangi diminum adalah kopi karena kafein yang ada di dalam kopi dapat memacu tubuh untuk sering buang air kecil, termasuk soda yang memiliki sifat yang sama dan ditambah dapat menyebabkan kembung.