Kisah Tragis Anneliese Jadi Tumbal Ritual Eksorsis Maut yang Menyakitkan

Anneliese Michel, seorang gadis cantik lahir di Bavaria, Jerman Barat pada 21 September 1952.

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
Wikimedia Common
Anneliese Michael korban ritual eksorsisme di Jerman Barat 

Pada tahun 1960an, eksorsisme sangat jarang terjadi di kalangan umat Katolik, namun peningkatan film dan buku seperti The Exorcist di awal 1970-an menyebabkan minat baru terhadap praktik ini.

Selama sepuluh bulan berikutnya, setelah persetujuan uskup terhadap eksorsisme Anneliese, Alt dan Renz melakukan 67 eksorsisme, yang berlangsung sampai empat jam.

Baca juga:

Mereka menyebut bahwa setidaknya ada enam iblis yang menguasai tubuh Anneliese, yakni Lucifer, Kain, Yudas Iskariot, Hitler, dan Nero.

Semua roh ini saling berperang memperebutkan tubuh Anneliese.

Selama 10 bulan, Anneliese menghadapi penyiksaan dalam ritual eksorsisme.

Tubuhnya mulai tak kuat, ia berhenti makan dan minum.

Kondisi Anneliese setelah menjalani ritual eksorsisme yang menyakitkan
Kondisi Anneliese setelah menjalani ritual eksorsisme yang menyakitkan (IST)

Dalam kondisi tubuh penuh luka, ia mengalami dehidrasi dan akhirnya meninggal akibat kekurangan gizi pada 1 Juli 1976.

Kisah tentang Anneliese ini mengguncang publik Jerman. Terutama setelah orang tua Anneliese dan kedua imam yang melakukan ritual eksorsisme dituduh oleh pengadilan telah melakukan pembunuhan.

Untuk membenarkan tindakannya, mereka membawa rekaman ritual tersebut ke pengadilan.

Tapi akhirnya kedua imam tersebut dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan akibat kelalaian dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara (yang kemudian ditangguhkan) dan tiga tahun masa percobaan.

Persidangan kasus kematian Anneliese Michael, dari kiri ke kanan Ernst Alt, Arnold Renz, Anna ibu dari Anneliese dan Josef, ayah Anneliese
Persidangan kasus kematian Anneliese Michael, dari kiri ke kanan Ernst Alt, Arnold Renz, Anna ibu dari Anneliese dan Josef, ayah Anneliese (IST)

Orang tua dibebaskan dari hukuman karena mereka sudah dianggap "cukup menderita," sebuah kriteria hukuman dalam hukum Jerman.

"Hal yang mengejutkan adalah bahwa orang-orang yang terkait kasus ini merasa benar-benar percaya bahwa Anneliese memang dirasuki roh jahat," kenang Franz Barthel, yang melaporkan dalam persidangan untuk surat kabar harian regional Main-Post.

Meskipun dia mungkin menjadi sumber inspirasi bagi beberapa orang religius, kisah Anneliese Michel bukanlah salah satu contoh kasus spiritualitas yang mengalahkan sains, tapi orang-orang yang seharusnya lebih tahu daripada membiarkan wanita yang sakit mental itu meninggal.

Ini adalah cerita tentang orang-orang yang memproyeksikan keyakinan, harapan, dan keyakinan mereka sendiri terhadap delusi seorang wanita, dan harga yang dibayarkan untuk kepercayaan tersebut. (*/berbagai sumber)

Baca juga:

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved