Kisah Tragis Anneliese Jadi Tumbal Ritual Eksorsis Maut yang Menyakitkan
Anneliese Michel, seorang gadis cantik lahir di Bavaria, Jerman Barat pada 21 September 1952.
Ia juga percaya diri masuk ke bangku perkuliahan dengan mendaftarkan di Universitas Würzburg pada tahun 1973.
Namun, obat-obatan yang diberikannya gagal membantunya, dan seiring berjalannya waktu kondisinya ternyata kian memburuk.
Meskipun dia masih minum obatnya, keluarga terdekatnya mulai percaya bahwa dia dikuasai iblis, sehingga dia dianggap perlu mencari solusi di luar metode kedokteran.
Dugaan ini kian menguat setelah Anneliese mengaku kerap melihat wajah iblis serta mendengar bisikan-bisikan aneh di telinganya.
Bisikan yang paling diingatnya yakni yang mengatakan bahwa dirinya dikutuk dan akan membusuk di neraka.
Keluarganya pun mencoba mencari pertolongan ke para pendeta untuk membantu mengeluarkan iblis tersebut.
Tapi belum ada yang bersedia.
Baca juga:
Anneliese kian tak terkendali. Ia merobek pakaiannya, merangkak di bawah meja, menggonggong seperti seekor anjing selama dua hari. Dia juga memakan laba-laba, menggigit bangkai kepala burung serta menjilat air kencingnya sendiri di lantai.
Akhirnya, dia dan ibunya menemukan seorang pendeta, bernama Ernst Alt, yang percaya bahwa Anneliese dikuasai roh jahat.
Atas ijin dari Josef Stangl, seorang uskup setempat, akhirnya Ernst Alt dibantu Arnold Renz pun mulai melakukan ritual eksorsisme.
Eksorsisme telah ada di berbagai budaya dan agama selama ribuan tahun, namun praktik tersebut menjadi populer di Gereja Katolik pada tahun 1500an dengan para imam yang menggunakan ungkapan Latin "Vade retro satana" ("Kembalilah, Setan") untuk mengusir setan.
Baca juga:
Praktek eksorsisme Katolik dikodifikasikan dalam Rituale Romanum , sebuah buku praktik Kristen yang dikumpulkan pada abad ke-16.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anneliese-michael-eksorsisme_2401_1_20180124_102812.jpg)