Kopi Aroma

Kopi Aroma, Legenda Kopi dari Banceuy

Kopi Aroma, legenda kopi dari Banceuy yang sudah berdiri sejak 1930 silam di Bandung, Jawa Barat.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Pegawai pabrik Kopi Aroma tengah membungkus kopi produksinya 

TRIBUNJOGJA.COM - Belasan orang berjajar antre di depan sebuah pintu toko tua Jalan Banceuy 51, Kota Bandung, Jawa Barat.

Hawa bertiup sejuk di pagi yang masih redup pertengahan pekan lalu.

Bau kopi yang sedang digoreng meruap tajam dari jarak beberapa meter.

Aromanya datang dari balik dinding kusam toko sekaligus pabrik kopi Aroma.

Demikianlah, Kopi Aroma jadi legenda seiring menuanya Banceuy.

Pembeli mengatre untuk mendapatkan Kopi Aroma
Pembeli mengatre untuk mendapatkan Kopi Aroma (Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo)

Kopi Aroma membawa ciri unik.

Diproduksi secara tradisional, mempertahankan proses pengolahan turun temurun sejak awal abad ini.

Resep khusus Kopi Aroma ditulis dalam tiap bungkus-bungkus kopi yang sampai ke tangan pembeli, terutama fans berat kopi.

"Maoe minoem Koffie selamanja enak? Aromanya dan rasanja tinggal tetap, kaloe ini Koffie soeda di boeka dari kantongnya harep dipindahken di stopfles atawa di blik jang tertoetoep rapet. Djangan tinggal di kantong!"

Demikianlah Koffie Fabriek Aroma Bandung memberikan pesan khusus kepada penikmat kopi buat mereka.

Ada petuah sederhana di sana: filosofi kopi.

Kopi Aroma muncul ketika toean-toean perkebunan dan keluarganya dari Nederland masih membanjiri Kota Kembang.

Banceuy tak jauh dari Braga Weg, jantung metropolis zaman kolonial.

Reputasi dan pengalaman Kopi Aroma memang telah teruji.

Sepintas terlihat, dalam ruangan para pegawai cekatan mengemas kopi bubuk dalam bungkus-bungkus kecil.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved