Jawa

Ribuan Masyarakat Lintas Agama Berdoa dalam Aksi Kebangsaan di Magelang

Segenap masyarakat menyalakan lilin lalu memanjatkan doa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing di bawah Tugu Seokarno Hatta.

Ribuan Masyarakat Lintas Agama Berdoa dalam Aksi Kebangsaan di Magelang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Ribuan masyarakat dari berbagai elemen berkumpul di Tugu Soekarno Hatta, Kecamatan Mendut, Kabupaten Magelang, Selasa (15/5) malam tadi pada aksi kebangsaan 'Cahaya untuk Indonesia'. Mereka menyalakan lilin, berdoa bersama menggelar orasi sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi terorisme 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang, Bagyo Harsono, yang juga menjadi panitia aksi kebangsaan ini mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya aksi teror yang terjadi di sejumlah daerah.

Aksi seperti ini juga sebagai bentuk pernyataan tegas dari masyarakat untuk melawan segala bentuk tindak terorisme.

"Di saat-saat seperti ini, kita harus tetap bersatu padu, dengan kita bersatu, kita akan dapat bersama-sama melawan terorisme. Aksi kebangsaan ini menjadi contoh bahwa masyarakat tetap bersatu. Kejadian yang terjadi di Jakarta dan Surabaya telah menyakiti hati kita semua, oleh karena itu kita doakan seluruh korban, kita berdoa agar Indonesia tetap aman," kata Bagyo, Rabu (16/5/2018), di sela Aksi kebangsaan 'Cahaya Untuk Indonesia' di Tugu Soekarno Hatta, Kecamatan Mendut, Kabupaten Magelang.

Sementara itu seorang perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Magelang, Marten Ballu, mengajak seluruh umat beragama untuk tetap menjaga kerukunan, dan turut menjaga situasi kondusif serta bekerja sama untuk menangkal gerakan radikal dan seluruh aksi terorisme.

Menurutnya, tindak kejahatan terorisme yang terjadi tidak ada sangkut pautnya dengan agama manapun.

Setiap agama mengajarkan kebaikan dan cinta kasih.

Pihaknya pun mengutuk tindakan terorisme tersebut.

"Kita semua harus terus menjaga kerukunan, jaga situasi agar kondusif, dan mendukung Polri dan TNI untuk menegakkan keadilan, dan mengusut tuntas serta menghukum pelaku kejahatan terorisme. Kejahatan kemanusiaan tidak dibenarkan, membunuh orang tidak dibenarkan dalam agama manapun, oleh karena itu kami mengutuk keras," ujar Marten, Selasa (16/5/2018).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, tidak segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap segala jenis aksi terorisme.

Dia pun meminta masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta dapat meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved