Hujan Abu Vulkanik

Hujan Abu, Penggunaan Masker Harus Benar

Masyarakat harus memperhatikan tata cara penggunaan masker, termasuk berapa lama mereka harus menutup saluran pernafasan.

Hujan Abu, Penggunaan Masker Harus Benar
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Pemandu wisata membagikan masker kepada siswa saat berada di UGM, Jumat (11/5/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM - Dampak erupsi freatik Gunung Merapi terasa hingga di Kota Yogyakarta.

Hujan abu dengan intensitas ringan sempat dirasakan masyarakat.

Tak elak, semua warga berbondong-bondong memakai masker untuk melindungi sistem pernafasan mereka dari abu vulkanik tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia mengatakan bahwa masyarakat harus memperhatikan tata cara penggunaan masker, termasuk berapa lama mereka harus menutup saluran pernafasan dengan masker yang sama.

"Masker kan beda-beda. Anggaplah masker yang biasa kita gunakan yang putih hijau itu. Jangan sampai lipatannya justru menghadap ke atas. Itu bisa menampung abu dan terhirup melalui hidung dan masuk ke sistem pernafasan," ujarnya, Jumat (11/5/2018).

Baca: 160 Pendaki Merapi Sudah Dievakuasi dengan Selamat

Selain itu, Fita juga mengingatkan, bahwa dengan menggunakan masker bukan berarti seseorang bebas beraktifitas di luar ruangan dalam jangka waktu yang lama.

Ia mengingatkan agar beraktifitas di lapangan saat diperlukan saja dan lebih baik tetap berada di dalam ruangan hingga kondisi hujan abu di luar sudah reda.

"Penggantian masker, kalau debu tidak terlalu tebal, masker bisa digunakan sampai sore. Tapi kalau banyak, di luar tebel, harus segera ganti. Dilihat situasinya. Banyak di lapangan atau di dalam ruangan. Misalkan naik motor, 1 jam bisa ganti yang baru," urainya.

Sementara itu, Fita juga menjelaskan untuk keadaan normal pihaknya tidak memiliki stok masker yang banyak.

Setidaknya hingga Jumat siang, di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memiliki cadangan sebanyak 13.000 masker.

"Masker untuk masyarakat yang ada di wilayah dan sekolah di wilayah, kami minta koordinasi dengan Puskesmas. Lalu OPD di kota bisa berhubungan dengan Dinkes untuk minta. Sudah terdistribusi," bebernya. (tribunjogja)

Penulis: kur
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved