Breaking News:

Pendidikan

Kemenristekdikti Gaet Pihak Swasta Demi Peningkatan Jumlah Riset di Indonesia

Prakoso pun mengakui bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam hal pendanaan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Sekretaris Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Ir Prakoso (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Business Development PT Kalbe Farma Sie Djohan (kanan) di UGM, Senin (07/05/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekretaris Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Prakoso, menyatakan pihaknya sedang giat-giatnya meningkatkan jumlah penelitian di Indonesia.

Salah satunya adalah lewat Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018.

"Hasilnya kita harapkan ada produk nyata, jadi bermanfaat secara luas bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan," jelas Prakoso, Senin (07/05/2018).

Menurut Prakoso, kerjasama ini sangat penting untuk meningkatkan jumlah riset serta produknya.

Pasalnya, hasil riset biasanya dibutuhkan oleh masyarakat dan industri terkait.

Prakoso pun mengakui bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam hal pendanaan.

Meskipun demikian, pemerintah berhak mengatur regulasinya.

"Anggaran riset memang masih didominasi dari pemerintah, tapi kan terbatas. Makanya kita ajak pihak swasta untuk ikut menggelontorkan dana untuk riset," ujar Prakoso di Gedung Pusat UGM.

Sementara itu, Direktur Business Development PT Kalbe Farma, Sie Djohan, meyakini bahwa inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa.

RKSA 2018 pun menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut.

"Lewat RKSA kami berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menumbuhkan budaya inovasi," kata Sie Djohan.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved