Kriminal

Polisi Lanjutkan Proses Hukum Kasus Hukuman Guyur Oli Terhadap Anak

Diungkapkan Kasat Reskrim bahwa dalam pemberian opsi kepada ALD terkait hukuman yang diterima terdapat unsur pemaksaan.

Polisi Lanjutkan Proses Hukum Kasus Hukuman Guyur Oli Terhadap Anak
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
ALD (14) didampingi ayah angkat dan 2 orang perwakilan dari kepemudaan saat memenuhi panggilan Polres Sleman terkait masalah video viral guyur oli karena ketahuan mencuri tuas perseneleng, Selasa (1/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus seorang anak yang dihukum mengguyur badannya sendiri dengan oli karena ketahuan mencuri terus berlanjut.

Polres Sleman telah memanggil ALD (14), warga Bayeman, Bangunkerto, Turi, Sleman guna dimintai keterangan oleh Unit PPA Polres Sleman tadi pagi, Selasa (1/5/2018).

Berkenaan dengan pemanggilan tersebut, Polres Sleman tetap melanjutkan proses terkait kasus itu karena melanggar Undang-undang perlindungan anak.

Bahkan selanjutnya akan diteruskan dengan pemanggilan beberapa saksi guna menetapkan tersangka kasus dari tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan bahwa selain melakukan pemanggilan terhadap ALD pihaknya ternyata telah memanggil pemilik bengkel tadi malam, Senin (30/4/2018).

Dikatakannya pula, dari hasil pemeriksaan terdapat indikasi bahwa kejadian tersebut melanggar Undang-undang perlindungan anak.

Baca: Bocah Mandi Oli Bekas Tidak Terima Video Disebar, Keluarga Serahkan Kasus pada Polisi

"Pemilik bengkel tadi malam sudah diperiksa dan kita sudah terbitkan LP (Laporan) juga karena melanggar masalah perlindungan anak. Langkahnya setelah ini pemeriksaan saksi-saksi dan kemungkinan bisa penentuan tersangka," katanya.

Lanjutnya, dibuatnya LP dikarenakan terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik bengkel terkait UU perlindungan anak.

Selain itu, diungkapkan Kasat Reskrim bahwa dalam pemberian opsi kepada ALD terkait hukuman yang diterima terdapat unsur pemaksaan.

Baca: Didampingi Kerabatnya, Bocah Guyur Oli Penuhi Panggilan Polres Sleman

"Melanggar UU perlindungan anak karena ada unsur menyuruh, memaksa dan, melakukannya secara verbal. Kan disuruh milih itu, dilaporkan dukuh, pemuda atau nyiram oli, dan kalau dipanggilkan pemuda akan dipukulin," ucapnya.

Disinggung mengenai pencurian tuas persneleng yang dilakukan ALD, pihaknya menilai bahwa pemilik bengkel telah mengambil tindakan dengan menghukum ALD sesuai dengan opsi yang diberikannnya.

Selain itu, hukuman yang diberikan dinilai kurang sesuai dan melanggar UU perlindungan anak.

"Nah yang jadi masalah itu hukuman yang diberikan, itu yang dinilai melanggar hukum. Kalau yang masalah mencuri, walaupun harus diproses tetap kena diversi," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved