Komunitas
Di Tangan Komunitas Ini, Buah Bisa Menjadi Hiasan Indah
Jogja Carving Familias memang komunitas yang tergolong baru, pengurusnya baru terbentuk Januari 2018 lalu.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengukir umumnya menggunakan media kayu.
Namun, hal tak biasa disuguhkan oleh Jogja Carving Familias.
Komunitas tersebut mengukir dengan media buah.
Tidak hanya buah, Jogja Carving Familias juga mengukir es dan sterofoam.
Buah semangka misalnya, awalnya hanya bulat biasa, namun di tangan chef Chicko Ragiel disulap menjadi bunga yang indah.
Ia merupakan ketua Jogja Carving Familias.
Chef Chicko mengungkapkan, semangka merupakan media paling mudah dan paling indah untuk diukir.
Baca: Sejumlah Ukiran Relief Bakal Kian Mempercantik Sisi Timur Pasar Beringharjo Yogyakarta
"Semangka itu buah yang paling sering digunakan untuk food carving, buahnya tidak terlalu keras. Semangka juga buah yang paling indah, karena beberapa degradasi, kulit hijau, putih bagian dalam, dan warna buahnya yang merah,"ungkapnya saat mengisi demo food carving di Mandala Krida, Yogyakarta.
Berbeda dengan labu, yang justru menjadi media ukir paling sulit.
Buahnya relatif keras, sehingga membutuhkan tenaga yang kuat untuk mengukir.
Tentu saja pisau yang digunakan harus super tajam.
"Melon juga bisa, tetapi kulitnya dikupas dulu, sedikit, karena memang keras ya. Kalau yang paling sulit itu labu. Buahnya keras, jadi butuh tenaga, pisaunya juga harus tajam, dan ganti-ganti," lanjutnya.
Baca: Batu Berukir dari Balongbayen Ini Beri Petunjuk Penting
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/chef-chicko-ragiel-yang-sedang-mempraktikkan-food-carving_20180429_162822.jpg)