Sains

Cara Melihat Lubang Cacing di Luar Angkasa Ditemukan oleh Ilmuwan India

Perlu ditegaskan kembali bahwa penelitian ini hanya berfokus pada satu jenis wormhole, kelas Teo yang memutar lubang cacing.

Editor: Ari Nugroho
space.com
ilustrasi lubang cacing 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam beberapa film fiksi ilmiah, penonton dikenalkan dengan konsep lubang cacing alias worm hole.

Teori soal adanya jalan pintas yang menghubungkan dua titik ruang dan waktu ini memang belum pernah terbukti kebenarannya.

Namun sebuah studi baru menyatakan jika lubang cacing benar-benar nyata keberadaannya.

Bahkan, tim peneliti telah menemukan cara mengetahui lokasinya.

Caranya mirip dengan bagaimana kita mengetahui lubang hitam.

Jadi, kita bukan melihat objek itu sendiri, melainkan mendeteksi keberadaan bayangan atau jejak yang ditinggalkan oleh lubang cacing di jagat raya.

Baca: Tarian Sepasang Lubang Hitam yang Akan Tetap Berdansa Hingga Kiamat

Konsep lubang cacing sendiri muncul dari teori relativitas Einstein, di mana memungkinkan kita melakukan perjalanan lebih cepat dari cahaya dengan masuk dari salah satu sisi dan muncul di sisi lain alam semesta ini.

Cara kerjanya dalam teori tersebut, seolah-olah ruang terlipat menjadi dua dan saling terhubung dalam dua titik empat dimensi yang sebelumnya sangat jauh jaraknya satu sama lain.

Secara teknisnya lubang cacing sendiri merupakan bagian dari ruang di mana cahaya tidak lagi bergerak dalam garis lurus.

Partikel cahaya melengkung di sekitar lubang cacing dan partikel yang terlalu dekat jatuh ke dalam ruang hampa sehingga menimbulkan bayangan.

Bayangan inilah yang nantinya menurut Rajibul Shaikh, fisikawan dari Tata Institute of Fundamental Reseaarch di India, dapat ditangkap oleh Event Horizon Telescope (EHT).

"Hasil yang diperoleh di sini menunjukkan bahwa, melalui pengamatan bayangan mereka, lubang cacing yang dianggap dalam pekerjaan ini dan memiliki putaran yang wajar, dapat dibedakan dari lubang hitam," ujar Shaikh dikutip dari Science Alert, Rabu (18/04/2018).

EHT merupakan jaringan teleskop yang dapat memberikan pembesaran yang diperlukan untuk melihat lubang hitam.

Baca: Ribuan Lubang Hitam Baru Terdeteksi di Galaksi Bima Sakti

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved