Bisnis
Pelaku Usaha Yogya Kuatirkan Anjloknya Nilai Rupiah
Kini rupiah kian terpuruk di angka Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat, yang artinya terburuk sejak Desember 2015.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Gaya Lufityanti
Hal ini menjadikan biro perjalanan yang paket wisata ke luar negeri termasuk umrah terpengaruh.
Menjadi lebih mahal. Meskipun sampai hari ini belum ada pembatalan.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY Teddy Ghani Karim mengatakan terkait anjlok nya kurs rupiah hingga Rp 14.025, pasti akan sangat berdampak terhadap dunia usaha, apalagi dunia usaha yang menggunakan pembayaran mata uang dolar, tidak hanya hal tersebut tetapi juga akan berdampak pada harga jual barang di pasaran semakin melonjak ditambah lagi saat ini mau menjelang puasa.
“Bagaimana dengan masyarakat? Tentunya akan semakin mencekik kebutuhan masyarakat kecil. Oleh karena itu kami memandang bahwa dengan anjloknya kurs rupiah merupakan warrning bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah kongkrit,” jelasnya.
Menurut Teddy, kalau hal tersebut dibiarkan maka perekonomian akan semakin terancam, dan ekonomi bisa mengalami krisis.
Krisis ekonomi yang pernah terjadi pada tahun 1988 mestinya menjadi pengalaman berhaga buat pemerintah untuk segera mengantisipasi terjadinya krisis seperti tahun 1998.(tribunjogja.com)