Berpuasa Satu Hari di Bulan Sya'ban Diharamkan dari Api Neraka
Bulan ini memiliki banyak keistimewaan, di mana umat Islam dianjurkan untuk melakukan banyak amal kebaikan
Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Selasa (17/4/2018) sudah memasuki bulan Sya'ban 1439 Hijriah.
Bulan ini memiliki banyak keistimewaan, di mana umat Islam dianjurkan untuk melakukan banyak amal kebaikan, untuk meraih pahala dari Allah SWT.
Terdapat sejumlah peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya'ban.
Seperti dilansir NU online, peristiwa bersejarah itu di antaranya adalah peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi dengan penurunan Surat Al-Baqarah ayat 144, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat, serta diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT.
Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Sya'ban adalah puasa.
Hal ini sesuai beberapa riwayat berikut.
Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Namun ada beberapa riwayat yang menganjurkan, agar tidak berpuasa di setengah bulan kedua dari Sya'ban.
Ini sesuai hadits berikut:
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berdoa-masjid_20170804_091523.jpg)