Kota Yogyakarta
Jupri Tak Cuma Memuncratkan Cat, Lukisannya Butuh Energi Besar
Melihat langsung di ruang pameran, karya-karya abstrakisme Jupri Abdullah memang sungguh mencolok dan warna-warni.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelukis asal Pasuruan, Jupri Abdullah, mengatakan, karya-karya lukisnya yang super jumbo, bukan sekadar memuncratkan cat di atas kanvas.
"Ini butuh energi yang besar. Proses kreatifnya juga tidak pendek, sehingga lahir karya-karya abstrakis seperti ini," kata Jupri di sela diskusi di Taman Budaya Yogyakarta, Senin (16/42018) sore.
Tentang ukuran lukisannya yang serba besar, Jupri mengaku sengaja ingin membuat yang berbeda dan monumental.
Cara kreatif seperti itu sudah dilakukannya berkali-kali.
Tema-tema lukisannya bisa ia dapatkan dari mana saja.
Ia membaca buku-buku karya tokoh besar, obrolan dengan masyarakat, sesama seniman.
Ia pun merekam roh dari kesenian lain di sekitarnya.
Baca: Lukisan Jumbo Jupri Abdullah Ini Benar-benar Gila
Jupri seorang seniman otodidak.
Ia tak pernah mengenyam pendidikan seni apapun, namun belajar banyak dari buku, mendengar, melihat dari seniman lain selama bertahun-tahun.
Pria asal Sejo, Pasuruan ini punya obsesi membangun museum seni yang tidak umum.
Yaitu museum mini dengan ukuran tinggi bangunan satu meter saja untuk ruang pamer karya-karya lukisan mininya.
"Saya ingin bikin museum spekta mini. Saya ingin berdayakan orang-orang kerdil untuk menangani kerja museum tersebut. Luasannya sekitar satu hektare, dan nanti selain galeri ada ruang workshop, balai dan penginapan," kata Jupri.
Sejak Minggu (15/4/2018) malam, Kota Yogya memang kedatangan karya-karya seni super jumbo besutan pelukis Jupri Abdullah. Ia memboyong karya-karya akbarnya sesudah pameran di Jakarta.
Baca: Ini Aksi Seniman Israel Kecam Turis yang Berpose di Berlin Holocaust Memorial Tempat Syahrini Selfie
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lukisan-jumbo-karya-jupri-abdullah_20180416_222037.jpg)