Kulonprogo

Usai Hadiri Hajatan Pernikahan, Puluhan Warga Kulonprogo Alami Keracunan

Puskesmas II Pengasih mengambil sampel makanan berupa olahan daging sapi dan telur puyuh yang diduga jadi penyebab kejadian.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu Nugraha
Petugas dinas kesehatan kulonprogo memeriksa warga yang mengalami gejala keracunan seusai menghadiri hajatan di Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo. 

Kondisinya berangsur membaik setelah memeriksakan diri ke RSUD Wates dan diberikan obat.

"Saya cuma makan daging saja dan sorenya langsung pusing mual," kata dia.

Kepala Puskesmas II Pengasih, Chusnun Hendarto mengatakan ada 40 warga yang terindikasi gejala keracunan dan akan diperiksa seluruhnya.

Pihaknya juga telah mengambil sampel makanan berupa olahan daging sapi dan telur puyuh yang diduga jadi penyebab kejadian.

Sampel akan dikirim untuk pemeriksaan di Laboratorium Dinas Kesehatan DIY.

Dari penuturan para warga, lanjut Chusnun, mereka merasakan hidangan daging sapi terasa tak seperti biasanya di mana teksturnya lebih kenyal dan rasa yang ganjil.

Maka itu, pihaknya mengerucutkan pemeriksaan pada daging tersebut.

"Kami juga akan menelusuri cara penyimpanan dan pengolahan daging tersebut. Dari belasan warga yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit dengan keluhan sama, sebagian besar merupakan tenaga masak. Mungkin karena menyicip makanan tersebut," kata dia.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Dicky Hermansyah mengatakan dirinya baru mendapat laporan kejadian itu pada Rabu pagi dan dilanjutkan koordinasi dengan pihak terkait.

Polisi juga mengambil sampel makanan untuk dikirim ke Laboratorium Forensik guna mengetahui penyebabnya.

Dari data yang dimilikinya, 15 orang diperiksakan ke rumah sakit setelah mengeluhlan sakit seusai mengonsumsi hidangan.

"Berdasarkan diagnosa dokter, diduga mereka mengalami keracunan. Kami masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini," kata dia.

Sementara itu, empunya hajatan, Kemiran (58) mengatakan saat itu dirinya menggelar pesta pernikahan putrinya.

Ia mengaku kaget ketika mendapat kabar sejumlah tamu mengalami keracunan.

Pasalnya, dirinya juga turut menyantap hidangan yang sama namun tidak mengalami gejala apapun.

"Tapi kakak saya juga mengeluhkan gejala serupa tamu lainnya," kata dia.

Bahan makanan disebutnya dibeli di Pasar Wates oleh tenaga masak yang dipercayainya.

Ia pun mengungkapkan permohonan maafnya atas kejadian itu.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved