Pemda DIY Siap Kirim Perawat ke Jepang

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Jepang menawarkan gaji hampir 200 ribu Yen, atau sekitar Rp 20 juta per bulan.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY beberapa waktu yang lalu melakukan lawatan ke Jepang.

Lawatan tersebut digunakan untuk meninjau fasilitas lansia yang terletak di Shizuoka, Jepang.

Selain meninjau fasilitas, Pemda DIY juga melakukan penjajakan terhadap kualifikasi pendidikan perawat di Jepang.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan tenaga keperawatan bagi lansia di Jepang harus lulusan Strata 1 (S1).

Ngarsa Dalem menilai kualifikasi tersebut terlalu berat jika untuk mengurus lansia saja.

Baca: DIY Siap Kirim Tenaga Perawat ke Jepang. Gajinya Rp20 juta Perbulan Lho!

"Kemarin perawat harus sarjana, kan terlalu berat. Lalu kami lakukan negosiasi. November sudah ada keputusan, yaitu lulusan SMA plus vokasi satu tahun," ungkap Ngarsa Dalem, Selasa (3/4/2018).

Untuk menindak lanjuti kesepakatan tersebut, pekan lalu Gubernur DIY bertolak ke Jepang untuk melihat tempat-tempat yang jadikan home care bagi para lansia.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Jepang menawarkan gaji hampir 200 ribu Yen, atau sekitar Rp 20 juta per bulan.

"Nanti di sana perawat akan digaji hampir 200 ribu Yen, artinya sekitar Rp 20 juta. kan lumayan," kata Sri Sultan.

Baca: Anjing Ini Jalani Perawatan Tubuh Selama 4 Jam Sebelum Lakukan Photoshoot Dengan Brand Ternama 

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Andung Prihadi Santoso menjelaskan, sejauh ini Pemprov DIY belum bicara mengenai kuota yang akan disiapkan.

Fokus yang dilakukan masih pada lebih kepada persiapan sistem rekruitmen dan pelatihan perawat menyesuaikan standar yang ada di Jepang.

"Sejauh ini bicara kuota. Lebih fokus pada persiapan, terutama sistem rekruitmen dan pelatihan. Supaya bisa menyesuaikan standar yang ada di Jepang," kata Andung.

Dari segi jumlah perawatan yang dibutuhkan, sebut Andung bisa mencapai belasan ribu perawat.

"Butuh sangat banyak, belasan ribu, karena lansia yang tinggal di panti mencapai 550 ribu," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved