Moeldoko : HKTI Harus Bisa Menangkap Potensi Hasil Panen
HKTI harus bisa menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk ikut terlibat dalam kepengurusan HKTI.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) harus mampu menjadi bridging institution atau institusi yang menjembatani banyak pihak, khususnya petani.
Hal tersebut yang ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Jend TNI (Purn) Moeldoko dalam Pelantikan Pengurus HKTI DIY, di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Sabtu (31/3/2018).
"HKTI sebagai institusi harus bisa menjembatani petani, pemerintah, peneliti, pengusaha, dan sebagainya," ucapnya.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan, bahwa HKTI harus bisa menangkap potensi hasil panen para petani.
Misalkan saja petani mampu memanen sekian kilogram ubi yang harus bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Pada pengusaha, lanjutnya, bagaimana HKTI mampu menjalin relasi dengan para pengusaha agar nantinya ketika setelah panen, petani memiliki market yang bagus.
Selain itu lanjutnya, HKTI harus bisa menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk ikut terlibat dalam kepengurusan HKTI.
"Segera dilakukan konsolidasi. Mulai Provinsi, Kabupaten, Kota sampai Gapoktan. Gapoktan nanti akan mengusulkan ke Kementerian. Tugas kita mendorong usulan daerah bisa diberikan ke pusat," ungkapnya.
Menurut Moeldoko, HKTI hadir untuk memberi solusi, sehingga masalah kesejahteraan petani sudah harus menjadi tanggung jawab HKTI.
"Kalau ada HKTI di DIY tapi permasalahan petani di Yogya masih ada, berarti kami bekerja belum keras," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Provinsi HKTI DIY, Ali Agus mengatakan bahwa persoalan pangan bisa jadi kendala dan sunber konflik.
Apalagi tantangan saat ini dihadapkan dengan global warming, lahan semakin sempit, jumlah penduduk meningkat dan semua membutuhkan pangan.
"HKTI DIY berharap dapat memberikan peran, tapi juga butuh sinergi, kerjasama, dan gotong royong," terangnya.
Ia pun berjanji akan mencoba menginventarisir berbagai upaya yang bisa dilakukan terkait ketahanan pangan sehingga nantinya bisa menjadi solusi pangan bukan hanya di Yogya namun juga di Indonesia. (*)