Festival Mie Lethek Diharapkan Bisa Dongkrak Ekonomi Warga

Diadakannya Festival Mie Lethek di Desa Wisata Lopati, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi warga

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
IST
Warga antusias memasak dan memakan aneka hidangan di Festival mie lethek di dusun Lopati, Desa Trimurti, Srandakan, Bantul, Sabtu (24/03/2018) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Diadakannya Festival Mie Lethek di Desa Wisata Lopati, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi warga sekitar.

Hal itu diungkapkan oleh kepala Dukuh yang sekaligus ketua Desa Wisata Lopati, Sutiyem.

Menurutnya, bandara di Kulonprogo sebentar lagi akan beroperasi sehingga ia bersama masyarakat Lopati tengah membangun Brand dengan menyiapkan kampung Lopati sebagai sentra kuliner mie lethek.

"Bandara di Kulonprogo tahun 2019 sudah siap, maka kita disini siapkan juga kulinernya," terang dia, Sabtu (24/3/2018).

Dalam Festival ini terlihat ada tenda yang dipasang berjejer di jalan dusun Lopati, ratusan warga tampak berbaris rapi bersama alat masak yang telah disediakan.

Ratusan warga ini sibuk memasak mie lethek yang akan disajikan untuk menghidangkan setiap tamu yang datang.

Baca: Serunya Festival Mie Lethek Lopati di Bantul

Tujuannya untuk mengangkat dusun Lopati sebagai dusun dengan aneka cita rasa kuliner mie lethek.

"Kita ingin Kenalkan kepada dunia bahwa dusun Lopati ini memiliki inovasi kuliner mie lethek," terangnya

Dengan adanya Festival Mie Lethek, kata Sutiyem, diharapkan dapat mengangkat ekonomi masyarakat dengan terangkatnya potensi yang ada.

Mie lethek sendiri, dijelaskan Sutiyem sebenarnya merupakan sektor industri dari dusun sebelah yakni dusun Bendo.

Adapun Dusun Lopati hanya menyajikan inovasi kuliner dari bahan dasar mie lethek tersebut.

"Biasanya orang bilang mie lethek cuma enak dimakan saat malam hari. Disini kami ingin buktikan bahwa mie lethek bisa dinikmati siang hari, sore hari dan kapan saja tetap enak," ungkapnya.

Dikatakan Sutiyem, Festival Mie Lethek ini baru kali pertama digelar. Namun demikian, ia mengaku akan terus dilakukan inovasi untuk bisa digelar setiap tahunnya.

Secara keseluruhan, ada 1345 warga yang ikut berpartisipasi dalam Festival Mie Lethek tahun 2018 ini dengan 120 orang diantaranya menjadi juru masak.

"Kami punya warga 1435 warga semua ikut berpartisipasi. Yang ikut masak ada 120 orang," terangnya.

"120 orang ini nanti masak secara serentak dan dilombakan, siapa nanti yang paling enak," imbuh dia.

Baca: Dusun Lopati Bantul Gelar Festival Mie Lethek, Ada 1000 Porsi Gratis yang Disediakan oleh Warga

Penilaian yang dilakukan untuk para juru masak, panitia mengandung dari juri yang di datangkan dari Forkom desa Wisata, Dinas Pariwisata dan hotel berbintang yang akan menilai cita rasa masakan mie lethek.

Acara dimulai dengan pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh Bupati Bantul, Drs Suharsono di depan gapura masuk berlangsungnya Festival.

Bupati bersama istri datang sekira pukul 14.15 WIB. Kehadiran Bupati langsung diiring oleh puluhan Bregada dan disambut oleh meriahnya atraksi Reog.

Tampak para pengunjung yang datang tumpah dijalan dusun Lopati. Mereka langsung bisa menikmati hidangan mie lethek yang dimasak oleh ratusan juru masak.

Anak-anak, ibu, bapak, tua dan muda tumpah dalam keseruan. Mereka tampak berkerumun mencicipi hidangan mie lethek satu persatu dari stand yang telah disediakan.

Bukan hanya menyajikan aneka masakan mie lethek, di jalan menuju Festival ini juga berdiri stand-stand yang menghadirkan produk UMKM dari masyarakat sekitar.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved