Kisah Para Mantan PSK Tua yang Tak Lagi Bekerja

Mantan PSK ini berhasil meyakinkan pemerintah untuk membangun penampungan bagi para mantan PSK berusia tua dalam mengisi hari-harinya

Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Ilustrasi penangkapan PSK 

TRIBUNJOGJA.com - Semua niat tulus itu bermula ketika Carmen Munoz, secara tak sengaja, bertemu dengan dengan tiga mantan PSK tua yang kedinginan di pinggir jalan.

Sejak itulah, Munoz bertekad mendirikan rumah penampungan untuk mantan PSK lainnya. Selama 11 tahun terakhir, setidaknya 250 mantan PSK tertampung di dalamnya.

Munoz menginjakkan kaki pertama kali di Mexico City ketika usianya baru 22 tahun.

Baca: Kisah Penyamaran Dua Polwan Cantik Hingga Berhasil Masuk ke Sarang PSK

Dengan kondisi buta huruf dan mempunyai anak yang harus diberi makan, perempuan itu bermaksud mencari pekerjaan di kota itu.

Ia mendengar ada seorang pendeta di gereja Santa Teresa la Nuewva yang membantunya mencarikan pekerjaan.

Ia menunggu pendeta itu dengan cemas, empat hari lamanya.

Setelah empat hari, Munoz pun bertemu pendeta itu. Alih-alih menolongnya, pendeta itu justru menyuruhnya pulang.

Si pendeta bilang bahwa ada jutaan pekerjaan di ibu kota Meksiko itu dan ia bisa memilih salah satunya.

Baca: Pengakuan Blak-blakan Seorang PSK Online di Surabaya Soal Layanan Aneh yang Diminta Pelanggan

“Saya menangis karena merasa terluka setelah mendengar perkataan pendeta itu,” kenang Munoz.

Dalam kondisi terpukul itulah datang seorang perempuan menghiburnya. Perempuan itu bilang bahwa ada laki-laki yang akan memberinya seribu peso (sekitar Rp646 ribu) jika ia mau pergi dengannya.

Mula-mula Munoz menolak tawaran itu. Tapi setelah berpikir panjang, dan dengan hati yang putus asa, tawaran itu pun diambilnya.

Tapi rasa putus asa itu hanya bertahan sebentar. Esoknya, rasa itu justru berubah menjadi kehendak untuk melawan.

Ia kembali ke sudut yang sama di Plaza Loreto, ketika ia menangis dan seorang perempuan menghiburnya. Di sana ia mulai berpikir untuk menyambung hidupnya—dan, tentu, anaknya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved