Siram Dhadhap, Tradisi Masyarakat Dlingo 1, Bantul, Menjaga Mata Air

Tak ketinggalan, dalam kirab ini berbagai ogoh-ogoh diusung dan dikawal oleh Bregada atau abdi.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Masyarakat melakukan Kirab Budaya, dalam acara Merti Dusun, dengan mengusung ogoh-ogoh keliling kampung 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Barisan iring-iring Kirab Budaya masyarakat dusun Dlingo 1 berjalan perlahan melewati setiap jengkal di jalanan kampung Dlingo.

Tampak masyarakat berjalan beriringan mengenakan busana adat.

Tak ketinggalan, dalam kirab ini berbagai ogoh-ogoh diusung dan dikawal oleh Bregada atau abdi.

Tampak ada ogoh-ogoh jenis anoman (kera putih), Kerbau dan Keris berukuran raksasa.

Kirab Budaya ini merupakan serangkaian acara dari Merti Dusun 'Mbelik Dhadhap' Padukuhan Dlingo 1, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bantul sebagai ungkapan syukur karunia Tuhan atas rizki yang melimpah.

"Kita mendapatkan banyak rizki dari sawah dan dari tegal berupa Palawija dan aneka macam tanaman," ujar ketua Panitia Merti dusun, M Widiwanto, Sabtu (17/03/2018) siang.

Menariknya, bagian dari serangkaian Merti Dusun ini adalah penyiraman pohon dhadhap yang tumbuh di sekitar Belik (mata air) yang berada di dusun Dlingo 1 ini.

Menurut Widiwanto, air di Belik ini diyakini sudah berusia ratusan tahun dan sudah dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya.

"Belik dhadhap merupakan sumber air yang sangat dibutuhkan masyarakat. Air di bulik ini sudah dimanfaatkan sejak zaman dahulu. Karena disekitar bulik tumbuh pohon dhadhap, maka mata air itu dinamakan 'Mbelik dhadhap'," ujar Widiwanto.

Namun, berkembangnya pembangunan yang dibangun disekitar Belik, lanjut Widiwanto, membuat pohon dhadhap banyak yang dipangkas dan akhirnya habis.

Belakangan, masyarakat Dlingo 1 mulai menyadari pentingnya pohon dhadhap bagi kehidupan masyarakat. Maka sesepuh desa kemudian mulai menanam kembali pohon tersebut di sekitar bulik.

"Bersama serangkaian acara Merti Dusun, kita lakukan upacara 'Siram Dhadhap' untuk mengenang tumbuhnya pohon dhadhap di Bulik," terang dia.

Setelah melakukan berbagai upacara adat, siram dhadhap dilakukan oleh Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved