Ini Makna Dibalik Upacara Pawai Ogoh-ogoh Bagi Umat Hindu
Ogoh-ogoh merupakan penggambaran hal-hal buruk yang ada di dalam diri manusia, yang diwujudkan dalam berbagai wujud raksasa jahat.
Penulis: Rizki Halim | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Rizki Halim
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjadi bagian dalam perayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu setiap tahun, Ogoh-ogoh selalu ambil bagian di dalam memeriahkan hari besar tersebut.
Umumnya, Ogoh-ogoh selalu diarak sehari sebelum hari Raya Nyepi, dengan dimulai diarak oleh para pria dengan berjalan kaki lalu kemudian dibakar di akhir acara.
Nyoman Santiawan, Koordinator Acara Pawai Ogoh-ogoh yang dilangsungkan Sabtu (10/3/2018) di Malioboro menjelaskan makna dibalik upacara tersebut.
"Ogoh ogoh ini sebenarnya suatu karya seni sebuah patung raksasa, dan dalam perjalananya umat hindu di Bali dalam merayakan Nyepi selalu identik dengan ogoh ogoh," jelas Nyoman.
Baca: Belasan Ogoh-ogoh Ramaikan Pawai di Malioboro
Diterangkan Nyoman, bahwa Ogoh-ogoh merupakan penggambaran hal-hal buruk yang ada di dalam diri manusia, yang diwujudkan dalam berbagai wujud raksasa jahat.
Sebab itulah, mengapa di akhir rangkaian acara arak-arakan, Ogoh-ogoh akan dibakar, hal tersebut merupakan simbol upaya manusia dalam melenyapkan sifat buruk yang ada di dalam diri.
Sehingga dengan dibakarnya Ogoh-ogoh yang menjadi gambaran sifat buruk manusia, diharapkan umat Hindu dapat menjalankan ibadah Nyepi dengan keadaan yang seimbang.
"Ogoh-ogoh ini adalah simbol dari kekuatan-kekuatan negatif, karena kita pada saat hari raya Nyepi harus menghilangkan atau membeakar kekuatan negatif yang jahat ini," tukas Nyoman.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pawai-ogoh-ogoh-di-malioboro_20180310_175849.jpg)