Operasi Katarak Kini Dijamin BPJS Kesehatan
Tiga penyebab katarak terbesar di Yogyakarta adalah karena paparan langsung sinar matahari, diabetes dan tekanan darah tinggi.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM - Penderita katarak kini bisa bernafas lega.
Hal ini lantaran operasi mata katarak kini berlaku gratis bagi peserta BPJS Kesehatan.
"Pembiayaan menjadi kendala operasi katarak di masyarakat. Biaya operasi katarak sendiri berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 8 juta, tetapi jika pasien katarak memiliki BPJS gratis, dengan catatan operasi dilakukan di RS tipe D," terang Prof dr Suharjo spm (K) saat jumpa pers di poli mata RSUP Sardjito, Selasa (6/3/2018).
Ia melanjutkan bahwa, tiga penyebab katarak terbesar di Yogyakarta adalah karena paparan langsung sinar matahari, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
"Di Yogyakarta sendiri penyebab paling banyak katarak adalah paparan sinar matahari secara langsung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Banyak petani, nelayan yang terkena katarak karena mereka bekerja di lapangan dan terkena paparan sinar matahari," terangnya.
Selanjutnya ia memaparkan bahwa seorang yang sudah terkena mata minus memilik risiko 2,5x untuk terkena katarak.
"Memang seorang yang matanya sudah minus tidak semua akan menderita katarak tetapi orang yang minus lebih mudah terkena katarak 2,5x dibanding orang dengan mata normal," paparnya.
Gejala awal terkena katarak adalah jika melihat sesuatu kabur atau terlihat seperti ada embun yang menempel.
"Kapan kita melakukan operasi katarak yaitu saat dites mata sudah tidak dapat melihat huruf paling atas saat tes mata. Dengan gejala awal jika melihat seperti ada embunnya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/katarak_20180306_125622.jpg)