Berita Bantul
Bawang Bantul Aman Dikonsumsi
Kandungan residu bawang merah yang dihasilkan Kelompok Tani Ngudi Makmur ini masih berada di bawah ambang batas maksimum
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul memiliki gedung pasar lelang bawang merah yang berlokasi di Dusun Samiran, Kretek, Bantul.
Peresmian dilakukan Selasa (6/3/2018) siang oleh bupati Bantul diwakilkan oleh Asek II bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bambang Guritno.
Pembangunan gedung pasar lelang bawang merah di Kretek ini tercipta atas suport dari Bank Indonesia melalui program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Ada tiga tahapan bantuan yang sudah dikucurkan sejak kurun waktu 2015 hingga 2017 dengan total mencapai Rp 220 juta lebih.
Baca: Petani Bawang Merah di Bantul Ingin Punya Nilai Tawar
Tahun 2015, PSBI memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung berupa dua unit cultivator senilai 25 juta.
Lalu 2016, dibantu dengan dua kendaraan roda tiga pengangkut bawang merah senilai 45,7 juta sampai tahun 2017 pembangunan pasar lelang bawang merah senilai Rp 150 juta.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Direktur, Probo Sukesi mengatakan bahwa tujuan program PSBI menyasar bawang merah di Bantul demi pengembangan ekonomi daerah.
Ada dua klaster yang sudah dijalankan yaitu di Kecamatan Sanden dan Kretek.
Baca: Gedung Lelang Bawang Merah Samiran Diharapkan Bisa Tekan Inflasi dan Tingkatkan Ekonomi Warga
"Demplot offseason dan onseason 2015-2016 yang dibudidayakan secara ramah lingkungan dengan mengurangi penggunakan saprodi kimia secara bertahap dengan tujuan meningkatkan produktifitas, kadar kesuburan lahan dan menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi," kata Probo.
Demplot bawang merah ramah lingkungan tahun 2015 menurut Probo mencatat produktifitas 7,6 ton per hektar bersamaan dengan curah hujan yang tinggi.
Sementara tahun 2016, produktifitas bawang merah mencapai angka cukup fantastis yaitu 14,8 ton per hektar.
Sedangkan dari analisa laboratorium, menunjukkan bahwa kandungan residu bawang merah yang dihasilkan Kelompok Tani Ngudi Makmur ini masih berada di bawah ambang batas maksimum yang berarti aman untuk dikonsumsi oleh manusia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/proses-simulasi-pelelangan-bawang-merah_20180306_180441.jpg)