Film Seperti Sepi yang Paling Sepi Kritik Sosok Bapak
FIlm Seperti Sepi yang Paling Sepi masuk nominasi Apresiasi Film Indonesia, di Manado 2016, selain itu juga masuk dalam JAFF 2016.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Seperti Sepi yang Paling Sepi (The Quiet Silence) adalah film pendek yang menceritakan kehidupan seorang pria bernama Bustoni yang hanya hidup berdua dengan ibunya yang lumpuh.
Ia harus merawat ibunya seorang diri.
Film dari sutradara sekaligus penulis skenario Fauzan Erlangga ini tak banyak adegan percakapannya, namun film ini mengedepankan sisi ekspresi dan atmosfir yang kuat tentang seorang anak yang tertekan.
Bustoni merasa tidak adil karena menanggung beban semua ini dan menyalahkan ayahnya.
"Ide awal film ini aku ingin mengkritik seorang laki-laki, khususnya seorang bapak. Itu inti dalam film ini," terangnya.
Di scene awal, Bustoni yang digambarkan sebagai seorang pekerja pertunjukan tampak tengah berlatih pernafasan.
Scene awal ini akan terhubung dengan di akhir, bagaimana dia berteriak melampiaskan kekesalannya terhadap ayahnya.
"Dia hanya bisa berteriak, karena dia tidak bisa ngapa-ngapain. Ia melampiaskan segala sesuatu dengan berteriak," tambahnya.
Seperti Sepi yang Paling Sepi masuk nominasi Apresiasi Film Indonesia, di Manado 2016, selain itu juga masuk dalam JAFF 2016.
Hingga saat ini sudah 12 kali ditayangkan di acara berskala besar, dan terakhir diputar di Ganesha Film Festival, akhir Februari kemarin.
"Tapi di luar itu, status film ini sengaja tanpa copyright, akhirnya ketika ada orang minta film ku, ya akan saya beri langsung, film ini juga silakan di copy seluas-luasnya," tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/film_20180303_201548.jpg)