Sekolah Adiwiyata Harus Punya Kurikulum yang Terintegrasi
Terdapat 165 sekolah berbagai jenjang di Kota Yogyakarta yang merupakan Sekolah Adiwiyata.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terdapat 165 sekolah berbagai jenjang di Kota Yogyakarta yang merupakan Sekolah Adiwiyata.
Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana menyayangkan sekolah-sekolah yang hanya 'heboh' saat tim penilai mendatangi sekolah mereka.
"Padahal yang lebih penting adalah keberlanjutannya. Keberlanjutan ini yang menjadi kendala," tegasnya, di sela-sela acara Pengarahan Sekolah Adiwiyata di Yogyakarta, di Ruang Bima Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (23/2/2018).
Selain itu, kendala terkait keberlanjutan Sekolah Adiwiyata juga muncul saat Kepala Sekolah yang telah merancang kegiatan Adiwiyata di sekolah tersebut kemudian harus dipindah ke sekolah lain.
"Selain itu juga kesannya di masyarakat kalolau Sekolah Adiwiyata harus punya lahan luas dan banyak. Itu penting, tapi bukan cuma itu. Perlu juga kegiatan Sekolah Adiwiyata itu sendiri. Misalkan kurikulum terintegrasi ke kurikulum sekolah, masuk pembelajaran siswa terlkait lingkungan," bebernya.
Baca: SMAN 2 Bantul Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Sejak Tahun 2014
Dari 165 Sekolah Adiwiyata tersebut, Suyana mengatakan bahwa belum seluruhnya menerapkan kurikulum Adiwiyata ke dalam mata pelajaran.
"Upaya kami adalah mendorong dan mengingatkan terus agar mereka menerapkan Kurikulum Adiwiyata ke dalam mata pelajaran," urainya.
Ia pun berharap, pada tahun ajaran baru mendatang telah menggunakan sistem zonasi yang mana siswa yang mendaftar ke sekolah tertentu merupakan siswa yang tinggal di lingkungan sekitarnya, sehingga bisa menjaga dan mengelola lingkungan di Sekolah Adiwiyata tersebut.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa Sekolah harus berlomba-lomba untuk berbenah menjadi Sekolah Adiwiyata.
Hal tersebut akan memotivasi para siswa dan menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan dan juga sekolahnya.
Baca: Heroe Pastikan Tidak Ada Penutupan Jalan Lempuyangan dalam Waktu Dekat
"Jadi, sekolah itu seperti membangun kebanggaan anak-anak. Kalau sekolah beprestasi maka anak menjadi bangga," urainya.
Heroe pun menambahkan bahwa sekolah tidak perlu takut untuk memasukkan program Adiwiyata tersebut ke dalam anggaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengarahan-sekolah-adiwiyata_20180223_170501.jpg)