Bedah Menoreh Butuh Dana Rp240 Miliar
Kebutuhan anggarannya memang terbilang besar dan tak mungkin mengandalkan keuangan daerah.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Urusan pendanaan proyek pembangunan jalur Bedah Menoreh hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang terus dipikirkan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.
Kebutuhan anggarannya memang terbilang besar dan tak mungkin mengandalkan keuangan daerah.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sendiri menghitung kebutuhan anggaran untuk realisasi jalur Bedah Menoreh itu mencapai Rp240 miliar.
Yakni, dengan koneksi infrastruktur jalan yang menghubungkan Temon-Kokap-Girimulyo-Samigaluh-Kalibawang-Magelang secara menyeluruh.
"Kebutuhan anggarannya memang sangat tinggi sedangkan kemampuan keuangan daerah juga terbatas. Harus dicari skema penganggaran lainnya," jelas Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Nurcahyo Hadi Wibowo, Minggu (18/2/2018).
Ia mencontohkan, pada pembangunan trase jalan di ruas jalur Prangkokan-Ngoro wilayah Kebonharjo (Samigaluh) sepanjang 2,6 kilometer saja anggaran yang dikucurkan mencapai Rp2 miliar tahun ini.
Sedangkan pembangunan konstruksi fisik jalannya membutuhkan dana Rp26 miliar dan pembangunan jembatan butuh dana Rp20 miliar.
Baca: Tertimbun Longsor, Akses Jalur Wisata di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Tertutup
Jika ditotal secara keseluruhan proses, termasuk pengaspalan dan pembangunan jembatan hingga tuntas, dananya butuh Rp46 miliar dan akan dikerjakan secara bertahap.
Di sisi lain, kebutuhan anggaran untuk infrastruktur jalan setiap tahunnya juga sangat tinggi.
Pada 2018, kebutuhan anggaran infrastruktur sebesar Rp110 miliar, 2019 sebesar Rp110 miliar, pada 2020 sebesar Rp174 miliar.
Sementara itu, pada 2021 sebesar Rp120 miliar dan program pembangunan pada 2022 membutuhkan dana sebesar Rp117 miliar.
Namun demikian, Bedah Menoreh ini dipandang penting karena akan menjadi pendukung aksesibilitas bagi pengembangan pariwisata dan mengangkat potensi lokal, serta mendongkar pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah utara.
Baca: Hasto Ingin Kawasan Wisata di Bedah Menoreh Tonjolkan Budaya Berwawasan Nusantara
Keberadaan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon serta kawasan perbukitan Menoreh sebagai kawasan penyangga Kawasan Strategis Pembangunan Nasional (KSPN) Borobudur menjadi pemantiknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemkab-kp-logo_20171120_204808.jpg)