Saat Kapten Berdarah Samurai Bertekuk Lutut Tangisi Kejatuhan Suribachi
Pertempuran Iwo Jima merupakan pertempuran awal ketika pasukan Amerika mulai menaklukkan Iwo Jima dari kekuasaan Jepang
Pertempuran berlangsung sengit sampai pasukan Jepang kehilangan semua senjata antitank-nya.
Melihat tak ada cara lain untuk bertempur, Hayauchi dengan membawa bahan peledak menyerang sebuah tank. Ia ledakkan dirinya pada tank tersebut.
Karena kuatnya serbuan Amerika akhirnya Batalion-25 dari Divisi ke-5 Marinir berhasil menerobos pertahanan Jepang, namun dengan 550 dari 700 personelnya menjadi korban.
Petang hari, pasukan marinir akhirnya berhasil sampai ke kaki Suribachi sesudah bertempur mati-matian menghancurkan pertahanan musuh satu demi satu dengan semburan api, bahan peledak, tembakan, bayonet dan lain-lainnya.
Esok harinya mereka mulai merayap dan membakar lubang-lubang Jepang dengan berdrum-drum bensin.
Pada hari ketiga, tinggal sekitar 300 prajurit Jepang di dalam gunung dan tidak mungkin mempertahankannya lagi.
Dengan dipimpin seorang letnan AL mereka bermaksud melapor kejatuhan Suribachi kepada Jenderal Kuribayashi.
Mereka bertemu dengan seorang kapten AL Samaji Inouye yang masih amat “tradisionalis”.
Ia marah besar dan menganggap mereka pengecut dan desersi. Ia pun menghunus pedangnya, siap memancung letnan yang telah berlutut menerima nasibnya itu.
Namun belum sempat pedang mengayun, anak buah Inouye serentak merebut pedang itu. Inouye pun lalu terguguk menangis meratapi jatuhnya Suribachi.
Sementara itu pada hari keempat invasi, Letkol Chandler Johnson, komandan batalion-2 Marinir ke-27 dari Divisi ke-5 memerintahkan anak buahnya mengibarkan bendera AS di puncak Suribachi, di dekat kawah.
Dua prajurit Jepang yang masih bersembunyi di gua kawah keluar menyerang, namun mereka terbunuh sebelum sempat beraksi.
Johnson dari bawah melihat bendera berkibar dan berpikir, bendera itu kini bernilai historis dan pasti ada orang yang menginginkannya.
“Padahal itu bendera kami,” katanya.
Lalu ia memerintahkan bendera itu diganti yang lebih besar, dan bendera pertama yang berkibar di puncak Suribachi pun diamankan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/iwo-jima_1402_20180214_093859.jpg)