Saat Kapten Berdarah Samurai Bertekuk Lutut Tangisi Kejatuhan Suribachi
Pertempuran Iwo Jima merupakan pertempuran awal ketika pasukan Amerika mulai menaklukkan Iwo Jima dari kekuasaan Jepang
Sekalipun tempat tertinggi Iwo Jima sudah dikuasai, namun ribuan marinir Amerika harus bertempur mati-hidup untuk menguasai seluruh pulau vulkanik ini.
Berbagai kisah heroik muncul dari pertempuran ini, membuahkan 27 medali penghargaan tertinggi AS, Medal of Honor.
Penerimanya antara lain Prajurit Douglas Jacobson yang mengamuk karena rekannya tewas.
Ia meraih bazoka rekannya dan seorang diri menghantam sejumlah kubu Jepang, termasuk pillbox dari beton.
Dalam aksinya itu dia menewaskan 75 tentara Jepang. Namun kepahitan juga dialami pasukan marinir yang tersapu.
Misalnya Kompi E dari Batalion-2 Resimen ke-24 Divisi ke-4 harus kehilangan komandannya silih berganti.
Komandan ketujuh tidak diperlukan lagi, karena kompi ini telah tamat sebagai suatu unit militer.
Di pihak Jepang, Kapten Inouye yang menangisi Suribachi, dengan sisa pasukannya sekitar 1.000 orang, terkepung oleh dua resimen marinir.
Inouye yang keturunan pendekar perang, melanggar instruksi Jenderal Kuribayashi. Ia mengumpulkan pasukannya dan melakukan serangan banzai.
Seusai serangan berani mati yang gagal menembus kepungan marinir, dijumpai 784 mayat tentara Jepang yang berserakan tersapu senapan mesin.
Inouye sendiri terakhir terlihat tatkala mengangkat pedangnya, berteriak memimpin serangan tersebut.
Hari ke-23 invasi Amerika, Kuribayashi di lubang perlindungan mendengarkan Radio Tokyo yang menyiarkan paduan suara menyanyikan Lagu Pertahanan Iwo yang pernah diciptakan anak buahnya.
Pada hari ke-26 Mayjen Erskine yang Divisi ke-3-nya diikutkan menyerang Iwo, berkirim surat menghimbau Jenderal Kuribayashi untuk menyerah dengan terhormat.
Tapi tak ada jawaban dan pertempuran pun berlanjut lagi. Tubuh Kuribayashi tak pernah ditemukan, namun anak buahnya yakin dia terluka berat lalu bunuh diri.
Hari ke-35, 26 Maret 1945, usailah invasi Iwo Jima yang semula diperkirakan akan rampung selama 10 hari.
Sekitar 19 ribu pasukan Jepang dan 6.821 marinir Amerika tewas di pulau ini.
Bagi Korps Marinir AS, ini adalah korban terbesar dan terburuk yang pernah dialami sepanjang sejarah peperangan. (*)
Sumber : Intisari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/iwo-jima_1402_20180214_093859.jpg)