Pemilik Warung Makan di Depok Satu Suara Tolak Pemindahan Tempat Usaha
Pedagang Pantai Depok tolak rencana penataan kawasan pantai oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
Laporan wartawan Tribun Jogja Susilo Wahid
TRIBUNJOGJA.COM - Rencana Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul melakukan penataan kawasan pantai selatan tepatnya Pantai Depok nampaknya belum mendapat dukungan penuh dari warga setempat.
Para pedagang di Depok, nampak satu suara masih menolak penataan tersebut.
Seperti diketahui, salah satu bentuk penataan kawasan Pantai Depok yang akan dilakukan Dinpar adalah menggeser semua jenis usaha yang ada di kawasan bibir pantai.
Termasuk, warung makan yang selama ini biasa menyediakan menu masakan olahan laut kepada wisatawan.
Nantinya, warung makan dan semua jenis usaha akan ditempatkan di range 100 meter arah utara dari bibir pantai.
Soal wacana ini, banyak pemilik warung makan di Depok sebenarnya telah mengetahuinya cukup lama.
Namun mereka tak pernah tahu kapan rencana itu benar-benar terealisasi.
Yang jelas, para pemilik warung makan seperti satu suara menolak rencana ini.
Tugiran misalnya, khawatir warung akan menjadi sepi.
"Digeser 100 meter berarti jarak warung dengan pantai semakin jauh, jelas mengurangi jumlah pengunjung, makanya kami tidak setuju," kata Tugiran, Rabu (7/2/2018).
Baca: Kain Bercorak Khas Nusantara Makin Diminati Wisatawan Mancanegara
Sudah sepuluh tahun lebih Tugiran membuka usaha warung makan seafod di Pantai Depok, dan pemandangan pantai yang dekat dengan warung menurutnya adalah daya tarik bagi wisatawan.
Menjauhkan pantai, ia percayai akan mengurangi minat wisatawan datang ke warungnya.
Belum lagi ketakutan ukuran bangunan baru yang lebih kecil dari luas warung miliknya saat ini seandainya rencana relokasi benar-benar dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pantai-depok_20180207_194833.jpg)