Karya-karya Mendiang KH Abdurrahman Wahid akan Disimpan di Pojok Gusdur

Sepak terjang Gus Dur memang kadang menuai pro-kontra dari kalangan golongan islam konservatif.

Karya-karya Mendiang KH Abdurrahman Wahid akan Disimpan di Pojok Gusdur
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan
Alissa Wahid (kanan) ditemani Seniman Lukis di depan karya lukisan bergambar Gus Dur tengah menaiki Vespa, Senin (5/2/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memang dikenal sebagai sosok yang dinamis dan pluralis.

Sepak terjang Gus Dur memang kadang menuai pro-kontra dari kalangan golongan islam konservatif.

Namun hal itu juga menjadikan Gus Dur sebagai sosok yang diterima oleh berbagai kalangan, baik suku, agama maupun ras apapun yang ada di Indonesia.

Bahkan semasa hidupnya, Presiden ke-empat Indonesia ini juga menelurkan berbagai karya yang lebih mengangkat tentang bagaimana hidup berkemanusiaan dan berkeindonesiaan.

Sosoknya dikenal dekat dengan para pemuka agama, budayawan bahkan seniman.

"Gus Dur itu memang sosok yang dekat dengan seni dan budaya," ujar putri Gus Dur, Alissa Wahid, dalam pembukaan Pameran Foto di Gedung Galeri Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Senin (5/2/2018).

Karya-karya Gus Dur yang didominasi oleh karya tulis baik berupa buku maupun karya lainnya rencananya akan disimpan dalam ruangan khusus yang berada di Jakarta.

"Ya, kita akan rencanakan karya Gus Dur akan dikumpulkan kembali dan disimpan di pojok Gus Dur di Jakarta nanti," jawab Alissa ketika ditanya tentang karya-karya ayahandanya.

Dirinya berharap dengan dikumpulkan menjadi satu tempat, nilai-nilai yang diajarkan oleh Gus Dur mampu terus digelorakan dan menjadi contoh bagi generasi zaman sekarang.

Sudah menjadi pekerjaan rumah bersama bahwa nilai Gus Dur yang wajib untuk diteruskan dan diaplikasikan saat ini yakni tentang gerakan-gerakan sosial dan kemanusiaan untuk terus digelorakan.

"Kita kelola artefak dan karya Gus Dur nantinya semoga bisa menjadi pijakan bagi para gusdurian dan masyarakat umum," lanjutnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved