Patung Polisi di Simpang Gramedia Sudirman Yogyakarta Kini Tampil Lebih Trendy
Pengecatan dilakukan oleh Brata Galleri, sebuah jasa seni rias patung asal Pajeksan, Sosromenduran, Gedong tengen, Yogyakarta.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Patung Polisi yang berdiri gagah di simpang empat Gramedia, tepatnya depan kantor unit satuan lalu lintas polresta Yogyakarta, dilakukan pengecatan ulang, Senin (5/2/2018).
Hasilnya, patung polisi tersebut, kini tampak tampil lebih trendi.
Pengecatan dilakukan oleh Brata Galleri, sebuah jasa seni rias patung asal Pajeksan, Sosromenduran, Gedong tengen, Yogyakarta.
Pemilik Brata galleri, Iko, mengatakan usulan dilakukan pengecatan ulang datang langsung dari Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibisono.
Ia menceritakan, awal mulanya, ia tengah mengerjakan pengecatan di figura buta ijo di daerah Ngupasan.
"Melihat hasil pengecatan, saya kemudian diminta untuk melakukan pengecatan ulang, di patung pak Polisi ini," ujar Iko, Senin (05/02/2018), sembari menyemprotkan cat ke tubuh patung.
"Awalnya patung ini memang sudah dicat. Tapi beliau kurang suka dengan garapannya. Katanya kurang hidup. Dia kurang suka. Akhirnya kami lakukan pengecetan ulang," imbuhnya.
Pengerjaan cet ulang patung polisi ini sudah Iko lakukan sejak tiga hari yang lalu, tepatnya Sabtu (03/02/2018) siang.
Lantaran terbentur cuaca yang sering hujan, pengerjaan akhirnya di kerjakan sampai memakan waktu tiga hari, hingga hari Senin (05/02/2018) sore.
"Sebenarnya satu hari bisa jadi. Tapi dari kemarin hujan terus, akhirnya ini baru bisa kita teruskan," terangnya.
Dijelaskan Iko, pengecatan patung pak polisi ini menggunakan cat jenis duko yang dioplos dengan teknik tertentu, untuk menghasilkan kesesuaian warna yang pas.
"Salah satu bagian tersulit memang ada di permainan warna. Kita harus benar-benar jeli supaya warna terlihat sesuai dengan warna kulit, dan segama polisi asli," terangnya.
Selain kecocokan warna, kesulitan yang dihadapi Iko juga pada Finishing. Ia mengungkapkan, setiap jengkal lekukan yang ada di patung sedikit membutuhkan kejelian, hal ini supaya cat yang ia semprotkan lebih merata.
"Hari ini sudah 90 persen jadi. Sudah bisa dinikmati hasilnya," ungkap dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengecatan-patung-polisi_20180205_193735.jpg)