Melihat Perubahan Iklim Lewat Film Pranata Mangsa

Film ini adalah visualisasi apa yang dirasakan Ninndi sewaktu kecil dan hidup di desa yang masyarakatnya kebanyakan bekerja sebagai petani.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Proses produksi film Pranta Mangsa 

TRIBUNJOGJA.COM - Film pendek "Pranata Mangsa" yang disutradarai oleh Ninndi Raras, memperlihatkan bahwa kini tanda alam sudah tidak bisa jadi panduan untuk penanggalan musim.

Bila dulu tanda pergantian musim ditunjukan dengan perilaku hewan dan tumbuhan, maka saat ini hal tersebut sudah tidak relevan lagi.

Setelah melakukan riset, proses produksi film dimulai tahun 2016 lalu.

Film ini adalah visualisasi apa yang dirasakan Ninndi sewaktu kecil dan hidup di desa yang masyarakatnya kebanyakan bekerja sebagai petani.

Ninndi mengatakan, kehidupan masyarakat desa saat itu ditentukan oleh musim dan karakteristik perubahan musim dapat dilihat dari perilaku alam.

"Nenek saya pernah berkata, lihatlah ada banyak laron di sekitar lampu, saatnya untuk musim hujan tiba," ceritanya.

Masyarakat, khususnya para petani banyak menggunakan tanda-tanda dari alam untuk menentukan masa pergantian musim, atau biasa disebut pranta mangsa.

Namun karena perubahan iklim, kini hal itu tak berlaku lagi.

"Film ini saya potong menjadi empat fragmen atau potongan kisah. Tapi di film ini antara visual dan caption-nya dibuat berkebalikan. Misal saya tulis bahwa saat ini musim hujan tiba, tapi justru gambarnya orang yang tengah mengantre mendapat air," ulasnya.

Pranata Mangsa adalah perhitungan siklus musim yang jadi panduan masyarakat.

Tapi karena perubahan iklim, maka masyarakat harus beradaptasi untuk terus dapat bertahan.

"Beberapa pergi ke kota untuk bekerja, dan yang lainnya masih melakukan ritual shalat meminta hujan di desa," tambahnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved