Asyiknya Utak-atik Rubik
Kompetisi rubik pun kerap diadakan untuk beradu keterampilan dan kecepatan menyelesaikan puzzle rubik.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyak mainan atau hobi yang menjadi tren pada masanya.
Satu di antaranya yakni kubus rubik atau banyak dikenal dengan rubik cube.
Kubus berwarna-warni ini sempat menjadi tren di Indonesia pada 2009 silam.
Saat itu, berbagai kalangan menggandrungi mainan asal Hungaria ini.
Mulai dari anak-anak hingga dewasa berlomba-lomba untuk menyelesaikan puzzle atau teka-teki rubik ini.
Lalu, apakah rubik masih memiliki pencintanya saat ini?
Tentu saja.
Beberapa orang yang tergabung dalam Paguyuban Rubik Jogjakarta (PRJ) masih rutin berkumpul untuk mengasah kemampuan mereka bermain rubik sejak 2009 silam.
"Kami masih cukup sering kumpul seminggu sekali setiap hari Kamis," terang satu dari anggota PRJ, Cendy Cahyo Rahmat kepada Tribunjogja.com.
Malam itu, beberapa anggota PRJ tengah berkumpul di sebuah food court di satu mal di Yogyakarta.
Berbagai ukuran dan bentuk rubik pun mereka bawa dan mainkan.
"Kalau yang seperti piramida ini namanya pyraminx," ucap Ketua PRJ, Brillian Prajudistisia sembari menunjukkan sebuah rubik yang berbentuk seperti piramida tersebut.
Menurut pemuda yang akrab disapa Brilli ini, rubik memang memiliki variasi bentuk mulai dari pyraminx hingga rubik berbentuk segi dua belas atau megaminx.
Ia melanjutkan, variasi ukuran rubik dimulai dari paling kecil yakni 2x2.
"Paling kecil 2x2, 3x3, sampai 7x7," ujar Brilli yang sudah mengenal rubik sejak masih kanak-kanak ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rubik_20180203_214545.jpg)