Awas, 7 Kebiasaan Ini Bisa Mengganggu Kesehatan Mental

Pikiran dan kebiasaan kita, meskipun sering kali disepelekan, dapat memengaruhi suasana hati

Editor: Muhammad Fatoni
IST
Ilustrasi depresi 

Tidak pegang HP sebentar saja, dalam pikiran sudah muncul hal-hal negatif seperti, “Bagaimana kalau tadi pasangan menelepon karena ada apa-apa?” atau, “Jangan-jangan dari tadi ada klien yang menghubungi untuk menjadwalkan meeting penting?”.

Ini akan membuat tubuh dan otak stres, membuat napas dan denyut jantung meningkat cepat, dan tubuh akan melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol. Semua ini akan berdampak pada kesehatan fisik dan emosional.

4. Rendah diri 

Orang yang cenderung rendah diri, menilai dirinya serba kurang, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan mudah stres dan depresi.

Lebih baik fokus pada apa yang kita punya, maksimalkan potensi yang kita miliki, buktikan pada diri sendiri kalau kita punya segudang kemampuan, dan jangan terlalu memikirkan komentar orang lain tentang diri kita.

5. Kurang tidur

Tidur adalah cara tubuh melakukan regenerasi. Karena itu, kurang tidur tidak hanya membuat kita mudah mengantuk, tetapi juga dapat mengacaukan kinerja sistem tubuh.

Ini tentu akan mengganggu kesehatan mental. Sejumlah penelitian telah membuktikan kaitan kurang tidur dengan berbagai jenis gangguan mental seperti depresi, bipolar disorder, dan ADHD.

Biasakan diri untuk tidur 8 jam sehari. Atau jika mengalami gangguan tidur, segera periksa ke dokter agar mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

6. Malas gerak

Studi yang dilakukan oleh para ahli dari University College London menemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan depresi. Studi tersebut menyebutkan bahwa orang yang aktif cenderung tidak mengalami depresi, karena aktivitas fisik akan menurunkan risiko depresi.

Mulailah dengan aktivitas fisik sederhana. Misalnya berjalan keluar rumah, naik-turun tangga, bersepeda, atau aktivitas apa pun yang dapat membuat tubuh dan pikiran senantiasa aktif.

7. Memendam amarah

Jangan salah, memendam amarah juga bisa mengganggu kesehatan mental seseorang. Dalam jurnal Advances tahun 2017, para ahli di Inggris menemukan bahwa orang-orang yang tidak bisa meluapkan amarahnya secara sehat lebih rentan mengalami berbagai gejala depresi.

Karena itu, belajarlah untuk meluapkan emosi dan mengungkapkan rasa marah, kecewa, dan perasaan negatif lainnya dengan baik.

Jangan hanya dipendam sendirian, apalagi kalau sampai mengganggu kesehatan mental. Berceritalah pada orang-orang yang kamu percayai atau tuangkan perasaan dalam buku harian. (*/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved