Ini Harapan dari Gelaran Kongkow Bareng Zaman Old dan Zaman Now
Pihaknya juga membuat kajian dan merumuskan rekomendasi untuk disampaikan ke DPR RI dan pemerintah
Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Firmanto, Ketua panitia acara Kongkow Bareng Zaman Old dan Zaman Now mempunyai harapan kepada anak-anak muda Indonesia.
Firmanto berharap anak-anak muda memiliki pengetahuan yang banyak sehingga mampu diaplikasikan untuk nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
"Harapan saya mereka juga mampu memahami perbedaan, sehingga menjadi kenyamanan kita semua dalam kehidupan sehari-hari," kata Firmanto.
Menurutnya, Gerakan Harmonisasi Bangsa (Gharba) yang menggelar acara Kongkow Bareng Zaman Old dan Zaman Now tersebut ke depannya akan melakukan diskusi dengan skala besar.
Kemudian, pihaknya juga membuat kajian dan merumuskan rekomendasi untuk disampaikan ke DPR RI dan pemerintah.
"Kemudian, kami juga akan menggelar diskusi, seperti di daerah Kalimantan Barat dan daerah-daerah Indonesia bagian Timur," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Gharba menggelar acara Kongkow Bareng Zaman Old dan Zaman Now di Gandroeng Coffe, Sleman, Sabtu (27/1/2018) siang.
Gharba bekerjasama dengan Pemuda Istimewa dan PMII UPN Veteran Yogyakarta dalam menggelar acara tersebut.
Menurut Firmanto, acara yang bertema Nasionalisme dan Pluralisme ini merupakan suatu cara untuk memaknai perbedaan yang ada.
Menurutnya, acara ini memang bertujuan untuk mengembalikan jiwa-jiwa nasionalisme kepada anak-anak muda Indonesia.
"Makanya kita pakai konsep kongkow bareng agar anak-anak muda tertarik untuk bergabung dalam diskusi sambil ngopi yang kita selenggarakan," kata Firmanto.
Menurutnya, Gharba, Pemuda Istimewa, dan PMIII ingin menyampaikan pesan nasionalisme dan pluralisme kepada anak-anak muda sehingga bisa menjadi dasar dan bekal dalam berbangsa dan bernegara.
Dikatakan Firmanto, saat ini rasa bangga dan cinta kepada tanah air sudah mulai hilang.
"Kita sepakat bahwa generasi muda ini generasi penerus bangsa sehingga perlu dipupuk rasa nasionalismenya," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kongkow-zaman-old_20180128_180738.jpg)