Sejumlah Eks PTY UPN Veteran Yogyakarta Pindah Bekerja Karena Status Tak Kunjung Jelas

Akibat dari ketidakjelasan ini beberapa PTY pindah bekerja ke perguruan tinggi lain.

Sejumlah Eks PTY UPN Veteran Yogyakarta Pindah Bekerja Karena Status Tak Kunjung Jelas
Tribun Jogja/ Tantowi Alwi
Agus Salim Sofyan, Wakil Ketua Forum Pegawai Tetap Yayasan UPN Veteran Yogyakarta saat diwawancarai, Jumat (19/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 412 Pegawai Tetap Yayasan (PTY) UPN Veteran Yogyakarta nasibnya terkatung-katung karena status tak kunjung jelas.

  1. Akibat dari ketidakjelasan ini beberapa PTY pindah bekerja ke perguruan tinggi lain.

"Akibat ketidakjelasan beberapa lempar handuk. Tidak kuat dengan perjuangan, pindah ke perguruan tinggi tetangga sekitar 3-5 orang," kata Agus Salim Sofyan, Wakil Ketua Forum PTY UPN Veteran Yogyakarta, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, hal ini sangat disayangkan tetapi memang ratusan PTY masih dalam taraf sabar bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

"Kami masih sabar, tetap bekerja sesuai dengan pekerjaan, tapi kan masing-masing kesabaran manusia berbeda," ujarnya.

Menurut Agus, hal yang paling mengusik rasa keadilan PTY adalah terjadinya perbedaan kesejahteraan dengan pegawai lain yang berstatus PNS dan ketidakjelasan karir serta jaminan hari tua.

Misalnya pada pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) PTY yang tidak bisa dibayarkan penuh.

Menurut, hal ini bertolak belakang dengan Tukin PNS, itu terjadi karena belum jelasnya status kepegawaian PTY.

"Bedanya dengan PNS bisa separuh lebih," tuturnya.

Sehingga, ditambahkannya perhatian dan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak dari Presiden Jokowi diharapkan dapat menyelamatkan nasib mereka.

Pihaknya beberapa waktu lalu PTY UPN Veteran Yogyakarta berinisiatif mengirimkan surat kepada Jokowi untuk mencari solusi.

Pada intinya mereka ingin Jokowi memberikan solusi dari masalah yang telah berlarut-larut ini.

Caranya dengan mengangkat seluruh PTY menjadi PNS tanpa terkecuali serta memperhitungkan masa kerja dan kepangkatan seluruh PTY pada masa pengabdian sebelumnya dalam status kepegawaian baru sebagai PNS.

Hanya saja, surat yang telah dikirimkan tersebut belum mendapatkan jawaban dari istana.

"Belum mendapat respon dari presiden, tapi dari informasi sudah sampai ke alamat," kata Agus. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved