Monsoon Asia Perkuat Pembentukan Hujan di DIY
Frekuensi hujan yang dapat disertai dengan petir serta angin kencang terutama sore hingga malam hari akan berpotensi muncul .
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Iklim cuaca di wilayah DIY di pertengahan hingga bulan hingga akhir Januari 2018 mendatang diprediksi berada pada periode dimana curah hujan dalam kurun waktu tersebut mempunyai kategori tinggi yakni mencapai 200 mm/dasarian.
Berdasarkan hasil analisa BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat akan kembali berpotensi muncul.
Frekuensi hujan yang dapat disertai dengan petir serta angin kencang terutama sore hingga malam hari akan berpotensi muncul .
Hasil analisa cuaca, pada hari ini (Jumat, 19/1/18), adanya beberapa tekanan rendah di selatan equator menyebabkan terjadinya belokan angin di sekitar Pulau Jawa ikut menyumbang bagi pembentukan awan-awan hujan di Yogyakarta.
Hal ini disampaikan Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiyono, pada Tribunjogja.com, Jumat (19/1/18).
Baca: Malam Kenang Pahlawan di Alun-Alun Utara Yogya Tetap Berlangsung Hikmat Meski Diguyur Hujan
Dijelaskan Djoko, munculnya tekanan rendah atau low pressure ini juga memicu pergerakan angin monsoon Asia menjadi lebih kuat masuk wilayah hingga selatan equator.
"Penguatan monsoon Asia ini ikut andil dalam pembentukan hujan dan juga memicu angin kencang. Saat ini menjelang akhir bulan Januari hingga awal awal Februari merupakan pumcak musim," terang Djoko.
Lanjut Djoko, di sebagian besar wilayah DIY, diprediksi hujan dalam kategori hujan sedang hingga lebat yakni berkisar antara 30 hingga 70 mm/hari.
Sementara itu untuk tinggi gelombang di selatan jawa mencapai 2 hingga 4 meter.
Baca: Persiapkan Diri, Ini Prakiraan Cuaca Hari Ini
Untuk mengantisipasi menghadapi puncak musim hujan ini, BMKG DIY mengimbau kepada masyarakat agar waspada adanya potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
"Perlu kewaspadaan terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame, baliho tumbang, roboh serta yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil," imbuh Djoko.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-bmkg_2110_20151021_094432.jpg)