Edial Rusli Ciptakan Imaji Baru Malioboro Melalui Program Doktor

Edial Rusli, dosen di Prodi Fotografi mampu membuktikan bahwa fotografi tidak hanya sekedar hobi saja, tapi ada keilmuan juga di sana.

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Edial Rusli tuntaskan program doktor penciptaan seni dalam pemeran foto Malioboro dari Imaji ke Imijanasi di Gele Pascasarjana ISI Yogyakarta, Jumat (12/1/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Insitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menghasilkan Doktor di bidang fotografi.

Edial Rusli, dosen di Prodi Fotografi mampu membuktikan bahwa fotografi tidak hanya sekedar hobi saja, tapi ada keilmuan juga di sana.

Edial Rusli mengatakan, bahwa doktor di bidang fotografi adalah hal yang baru namun diperlukan dalam ranah keilmuan.

Dengan pencapaiannya ini, ia ingin menekankan bahwa kehidupan fotografi tidak hanya sekedar tukang foto saja.

"Fotografi bukan hanya sekedar tukang foto, atau hobi saja. Tapi bagi saya, fotografi itu adalah ilmu pengetahuan dan bukan hanya jepret, selesai," ujarnya saat ditemui dalam pameran tunggalnya, Jumat (12/1/2018).

Baca: Servolia Ramaikan Marketplace Fotografi di Indonesia

Fotografi saat ini sudah digunakan oleh seluruh bidang.

Akan menjadi anak tiri, bila fotografi tidak ditangani serius.

Program doktor inilah yang dapat membuka jalan bagi generasi yang akan datang untuk serius menekuni fotografi.

Lebih jauh melalui Program Doktor Penciptaan Seni ini, Edial Rusli mengangkat tema Malioboro dari Imaji ke Imajinasi Fotografi.

Menurutnya perkembangan zaman akibat modernisasi, secara perlahan akan mengubah citra dan simbol Malioboro.

Perubahan ini mengakibatkan konflik tata ruang, tata kehidupan kaum pendatang urban dan peradaban kehidupan manusia di dalamnya.

"Citra kawasan yang dulunya asri dan nyaman itu sekarang berubah menjadi semrawut dan tidak nyaman lagi. Keadaan ini menstimulasi untuk memunculkan ide penciptaan karya melalui pengamatan dan observasi kawasan Malioboro," jelasnya.

Baca: Revitalisasi Sisi Barat Malioboro, Pemda DIY Akan Pugar Eks Bioskop Indra

Karya seni yang dia pamerkan merupakan kumpulan objek imaji visual fotografi yang realistis untuk dikonstruksikan kembali agar menghasilkan realitas imajiner dengan menggunakan media digital imaging yang bernilai kreatif estetik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved