Bandara Kulonprogo

Soal Bandara NYIA, Angkasa Pura I : Warga Harus Move On

PT Angkasa Pura I meminta sebagian masyarakat terdampak yang masih bertahan di lahan pembangungan bandara segera pindah.

Soal Bandara NYIA, Angkasa Pura I : Warga Harus Move On
tribunjogja/ahmad syarifudin
Sejumlah warga penolak penggusuran bandara memilih berkumpul dan mempertahankan posko induk di Masjid AlHidayah. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Proyek pembangunan bandara internasional baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) di Temon bakal diakselerasi pada 2018 ini dengan tahap konstruksi fisiknya.

PT Angkasa Pura I meminta sebagian masyarakat terdampak yang masih bertahan di lahan pembangungan bandara segera pindah.

Pemrakarsa pembangunan NYIA itu bahkan menyatakan bakal lepas tanggung jawab apabila proyek konstruksi nantinya menganggu kenyamanan warga yang masih ngotot tinggal di dalam lahan area pembangunan.

"Kalau ngga mau keluar, kami tidak tanggung jawab kalau (warga) ngga nyaman karena pekerjaan di lapangan terus berjalan. Warga harus move on (pindah) ke lokasi baru," kata Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Sujiastono, Senin (1/1/2018).

Seperti diketahui, proses pembersihan lahan atau land clearing menyisakan sekitar 32 bangunan rumah yang sama sekali belum diratakan.

Rumah-rumah tersebut milik warga dari Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP) yang tak kunjung merelakan tanahnya dipakai untuk proyek nasional tersebut.

Mereka hingga saat ini pun tetap beraktivitas di dalam rumah masing-masing meski lahan dan bangunan di sekitarnya telah diratakan oleh unit alat berat.

Warga menolak keras perintah pengosongan lahan dan bangunan meski Pengadilan Negeri (PN) Wates sudah mengeluarkan putusan ketetapan bahwa ganti rugi aset warga sudah diselesaikan melalui jalur konsinyasi.

Sujiastono menegaskan bahwa pihaknya akan membongkar-ratakan apapun yang ada di dalam area rencana bandara (sesuai Izin Penetapan Lokasi), termasuk bangunan hunian yang saat ini masih ditempati warga.

Hal ini menurutnya harus dipahami warga dan menjadi alasan utama kenapa mereka harus segera pindah lantaran daerah tersebut peruntukannya kini sudah beralih untuk pembangunan bandara, tidak lagi sebagai pemukiman.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved