Ditemukan Batu Bara Menyala di Apartemen Jonghyun Shinee, Ini Cara Cegah Keracunan Karbon Monoksida

Kebocoran karbon monoksida memiliki gejala awal, sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda keracunan

Editor: oda
Net
Karbon Monoksida 

TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu personel boyband SHINee, Jonghyun meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. Ia ditemukan sudah nggak bernyawa di apartemennya pada Senin (18/12/2017).

Dugaan ini berasal setelah ditemukan briket batu bara menyala di apartemennya.

Ia disinyalir mengurung diri di ruangan bersama briket tersebut sebagai cara bunuh diri yang biasa dilakukan di Korea.

Briket tersebut bisa menghasilkan karbon monoksida dalam jumlah banyak dan menyebabkan kematian.

Jonghyun SHINee (27) meninggal dunia hari ini, Senin (18/12/2017) dan dikabarkan melakukan bunuh diri.
Jonghyun SHINee (27) meninggal dunia hari ini, Senin (18/12/2017) dan dikabarkan melakukan bunuh diri. (allkpop.com)

Karbon monoksida memang harus diwaspadai. Ia dikenal sebagai “silent killer” karena nggak dapat dilihat atau dicium, berisiko sebabkan keracunan hingga kematian.

Terlebih, keracunan karbon monoksida bisa terjadi di rumah kita sendiri, tanpa disengaja.

Setiap pemanas yang mengeluarkan gas seperti kompor gas atau pemanas air dengan gas, serta pembakaran yang menggunakan batubara atau kayu, dapat menyemburkan asap beracun karbon monoksida saat tidak berfungsi dengan benar.

Kebocoran karbon monoksida memiliki gejala awal, sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda keracunan agar Anda dapat mencari bantuan dalam kondisi darurat.

Gejala keracunan karbon monoksida bisa berupa sakit kepala, pusing, perasaan tidak enak badan, kelelahan atau mengantuk, sakit perut dan kesulitan bernapas yang datang tiba-tiba.

Gejala-gejala ini memang umum untuk beragam penyakit, namun bila anggota keluarga lain menderita gejala yang sama, tandanya ada risiko kebocoran karbon monoksida.

Berikut cara sederhana untuk menghindari bahaya kebocoran dan keracunan karbon monoksida:

  • Pastikan ada ventilasi yang baik, terutama di dapur dan kamar mandi dengan pemanas air. Salah satu penyebab keracunan karbon monoksida adalah kurangnya ventilasi di ruangan dengan kompor, pemanas, boiler atau pemanas batubara.
  • Lakukan barbecue atau mengolah makanan yang dibakar di ruang terbuka, tidak di dalam ruangan.
  • Ada baiknya bila dapur memiliki penghisap atau cerobong asap, sehingga mengurangi risiko terpapar karbon monoksida saat memasak di ruang tertutup.
  • Rutin mengontrol peralatan gas atau cerobong asap di rumah oleh teknisi. Termasuk membersihkannya secara rutin. (hai)
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved